Notification

×

Iklan

Iklan

Lapak Desa Pringgasela Diresmikan, Tingkatkan Promosi dan Pemasaran Tenun Khas Lombok

| Thursday, January 21, 2021 WIB Last Updated 2021-01-22T06:23:22Z
KAIN TENUN. Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah melihat kerajinan kain tenun khas Lombok, di sela peresmian Lapak Desa di Desa Pringgasela, Lombok Timur.

PARAGRAF - Lapak Desa Pringgasela diresmikan Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, Kamis (21/1) di Desa Pringgasela, Lombok Timur.


Lapak Desa Pringgasela merupakan salah satu daro 14 lapak serupa yang dibangun Pemprov NTB di sejumlah wilayah untuk menggairahkan kembali pasar kerajinan lokal dan memajukan ekonomi desa.


"Desa Pringgasela sejak lama dikenal dengan kerajinan tenunnya yang sampai ke mancanegara. Untuk itu, masyarakat harus benar-benar memanfaatkan lapak Desa ini," kata Wagub Rohmi.


Ia berharap, para pelaku UMKM khususnya kerajinan tenun di sana untuk bisa melakuan strategi pemasaran yang baik. Salah satunya memanfaatkan jaringan internet dan bergabung dengan marketplace lokal NTB Mall. 


"Di masa pandemi harus semangat dalam keadaan susah dan mencari peluang bagaimana bersaing, tapi juga harus tetap saling support dan tidak saling mematikan," ujarnya.


Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy, mengatakan, dalam kurun waktu 2,5 tahun terakhir, pembangunan Desa Pringgasela cukup progresif. Akses jalan dan fasilitas lain sudah sangat baik. Pembangunan showroom untuk pengrajin ini harapannya dapat seperti Sukarara dan Sade. Tak semua pengrajin memiliki artshop sehingga lapak desa ini dapat dimanfaatkan maksimal. Selain belum dimanfaatkannya bantuan alat tenun dari BI. 


"Bukan bermaksud mematikan artshop yang sudah ada tapi membina kelompok UKM yang  belum maksimal," ujar Sukiman. 


Sementara itu Kepala Desa Pringgasela, Mul'an menyambut baik peresmian lapak desa yang diresmikan oleh Wakil Gubernur NTB. Menurutnya keberadaan lapak desa ini, mampu menggairahkan kembali usaha masyarakat desa. 


"Di desa kami terdapat 800 pengrajin tenun mandiri," kata Kades yang baru menjabat 2 tahun ini.


Mul'an berharap, keberadaan lapak mampu menopang perekonomian masyarakat desa Pringgasela. Ia juga mengungkapkan bahwa kelompok-kelompok penenun di desanya juga telah dikoordinasi dan tergabung dibawah binaan BUMDes.


Harapannya, dengan upaya ini maka berbagai produk lokal lainnya, seperti produk hasil pertanian maupun peternakan juga berpeluang terserap pasar dengan baik. 


"Kita kumpulkan dalam satu lapak supaya mudah di koordinasi, ketika ada tamu atau pembeli yang berkunjung ke Pringgesela, mudah menemukan hasil UMKM masyarakat," katanya.


×
Berita Terbaru Update