Notification

×

Iklan

Iklan

Misteri Makam keramat Sugian, Jasad Pemilik Makam yang dikelilingi Buaya

| Tuesday, January 19, 2021 WIB Last Updated 2021-01-19T10:09:05Z

 

Foto: tamapak dalam makam keramat Sugian


PARAGAF- Kabupaten Lombok Timur tidak hanya dikenal dengan Suguhan Panorama Pegunungan dan Pantainya yang Eksotik, namun Kabupaten ini juga kaya akan situs-situs bersejarahnya.


Di Bibir Pantai ujung Utara Lombok Timur, tepatnya di Desa Sugian Kecamatan Sambelia, terdapat sebuah Makam yang dikeramatkan oleh Masyarakat Sekitar, Makam tersebut dikenal sebagai Makam Keramat Sugian.


Meski Makam tersebut tidak sepopuler Makam-makam keramat lainnya yang ada di Lombok Timur, Namun Masyarakat percaya bahwa Keberadaan Makam tersebut sebagai pembawa  Berkah untuk Desa dan Lingkungan sekitar.


beberapa Waktu lalu, Kontributor Paragraf.co.id beriziarah ke Makam Keramat Sugian dan bertemu langsung dengan Wak Herni (80) sang Juri Kunci Makam Keramat Sugian.

areal belakang Makam Keramat Sugian


Sejarah Makam

Wak Herni berkisah, Makam yang diyakini Masyarakat sebagai Makam Keramat itu adalah Makam dari Syaikh Ismail Al-batawi.


Konon Pada abad ke 19, sebuah Perahu berlayar melintasi Lautan Sekitar Desa Sugian, Namun Cuaca pada saat itu tidak begitu bersahabat hingga membuat Rombongan orang dalam perahu memutuskan untuk menepi di sekitar Pantai tempat keberadaan Makam Keramat tersebut.


diceritakannya, dalam perahu tersebut terdapat beberapa orang awak Perahu yang akan mengantarkan Syaikh Ismail Al-batawi berlayar menuju Kota Makkah untuk menunaikan Ibadah Hajji.


“Datuk (Sebutan Syaikh Ismai'l Al-Batawi oleh Juru Kunci Makam) dahulu mau ke Makkah dari makasar memakai perahu layar, setelah itu karena ada gelombang besar dia diajak berlabuh sama juragan perahu” terangnya


Mengingat Perjalanan Menuju Kota Makkah saat itu membutuhkan waktu yang cukup lama, konon Syaikh Ismai'il membawa Persediaan Bekal yang banyak. 


"Datuk membawa Perbekalan yang Banyak saat berlayar karena Perjalanannya membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk sampai Makkah" ungkapnya


Naas saat setelah Sampai di Areal Pantai untuk beristirahat, sang Awak Perahu tergiur dengan harta dan barang bawaan Syaikh Ismai'l, hingga membuatnya Gelap mata dan membunuh lalu meninggalkan Jasadnya.


"Ketika Datuk hendak membakar pisang, tiba-tiba si Pemilik perahu menikam beliau dari belakang dan pergi meninggalkannya dengan membawa semua barang bawaan beliau" Imbuhnya


Pasca kejadian tersebut katanya, Masyarakat Desa Sugian diherankan dengan kejadian turunnya Hujan tanpa Henti selama 9 Hari. Menurut Kepercayaan Masyarakat pada Waktu itu, Hujan tanpa Henti sebagai pertanda telah terjadi Suatu Peristiwa yang mengerikan.


"Pada waktu itu masyarakat bingung dan bertanya-tanya kenapa hujan tidak berhenti sampai 9 hari 9 malam dan ini menyisakan tanda Tanya dari masyarakat apakah ada bencana yang akan terjadi atau ada sebuah kejadian" katanya


Penemuan Jasad Syaikh Ismai'l

Matahari telah berada di arah Barat pertanda sore telah tiba pada hari itu , Wak Herni pun melanjutkan Kisahnya, Setelah Kejadian Hujan tanpa henti itu, Nenek Moyang Wak Herni ketika Hendak pergi melaut mencium Semerbak Harum disekitar tempat keberadaan Jasad Syaikh Isma'il Al-batawi yang dulunya Masih dikelilingi Semak belukar.


Kemudian, nenek Moyang Wak Hernipun mencari asal dari Bau Semerbak yang Harum tersebut, saat ia terus mencari Asal Semerbak Harum itu, ia dikejutkan dengan melihat sesosok Mayat sedang dikelilingi Banyak Buaya Putih yang ternyata menjadi titik asal Bau Semerbak yang diciumnya.


“dahulu Nenek Moyang saya pergi menjala ikan dan ditempat makam sekarang itu dahulu hutan sesampai disana ia mencium semerbak sangat harum dan setelah didekati ada banyak buaya putih yang mengelilingi almarhum" tutur Wak Herni


Tanpa Rasa Takut sedikitpun, Nenek Moyang Wak Hernipun meminta Buaya-buaya itu untuk pergi dan langsung Memakamkan Jasad yang dikelilingi Banyak Buaya Putih itu ditempat Keberadaan Makam yang dikenal sebagai Makam Keramat Desa Sugian itu.


"dan nenek moyang saya menyuruh buaya itu pergi dan kemudian semua buayanya pergi dan datuk dimakamkan dipinggir pelabuahn itu” lanjutnya


Diakuinya, Kisah Peristiwa Syaikh Isma'il Al-batawi tersebut telah menjadi Warisan yang diceritakan dari Generasi ke Generasi dalam keluarganya dan Masyarakat.


"Cerita ini sudah menjadi warisan turun temurun di keluarga saya dan akan terus kami jaga" tutur Wak Herni


Untuk diketahui, juru kunci Makam tersebut sebelumnya adalah ayah dari Wak Herni yakni Wak Harun, dan Sebelumnya dipegang oleh Daeng Saleng.


Fasilitas dan Area Makam

Makam Keramat Sugian berada sekitar 20 meter dari bibir Pantai dan diapit oleh dua Muara Pantai, di dalam Area Makam terdapat dua Gazebo (Berugak) yang difungsikan sebagai tempat beristirahat untuk Para Peziarah.

Penulis : Hilmi Sopian
Editor    : Bongar



×
Berita Terbaru Update