Notification

×

Iklan

Iklan

NTB Berangkatkan 89 Mahasiswa Lanjutkan Pendidikan ke Malaysia

| Sabtu, Februari 06, 2021 WIB Last Updated 2021-02-07T05:21:09Z
Sekda NTB, H Lalu Gita Ariyadi.

PARAGRAF - Pemprov NTB akan memberangkatkan 89 orang awardee penerima beasiswa program 1000 Cendekia, untuk meneruskan pendidikan jenjang S2 ke Malaysia, Maret 2021 mendatang.


Sebagai duta daerah NTB, tanggung jawab mahasiswa penerima beasiswa S2 luar negeri melalui program 1000 Cendekia, NTB Sehat dan Cerdas, NTB Gemilang tak sebatas keilmuan namun harus bisa memberikan solusi pembangunan masa depan. 


"Selain belajar, awardee juga harus mencari peluang apa saja yang bisa menjadi solusi pembangunan daerah dengan mengembangkan jaringan. Misalnya investasi dan lainnya," kata  Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., pada kegiatan Pre-Departing Training Awardee Beasiswa NTB 2021 S2 Tujuan Malaysia, Minggu (7/2) di Rumah Bahasa, Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB.


Lalu Gita mengatakan, mahasiswa awardee juga harus mempertanggungjawabkan dana beasiswa yang telah diberikan. Terlebih, secara individu, Sekda meyakini para awardee mempunyai wawasan lebih luas tentang bagaimana mengembangkan diri diluar tugas belajar. Misalnya mencari tahu tentang bagaimana masyarakat Malaysia menghadapi MotoGP Sepang atau potensi investasi untuk membantu kembali NTB di berbagai bidang. 


" Awardee harus bisa mengalahkan popularitas TKI dan TKW yang sudah terbukti berkontribusi besar bagi daerah melalui devisa," ujar Lalu Gita.


Disisi lain, Sekda juga mengingatkan terlebih dimasa pandemi, strategi kolaborasi, inovasi dan adaptasi harus ditingkatkan. Dampak yang multidimensi dan berpengaruh mulai dari skala negara sampai rumahtangga harus disikapi dengan tiga hal tersebut. 


Pemerintah daerah yang juga melakukan refocusing anggaran termasuk program beasiswa, tidak menurunkan kualitas penyelenggaraan maupun hasil, namun justru menyesuaikan diri dengan semangat membantu daerah di masa depan. 


Pemerintah daerah juga menyadari pertaruhan reputasi dan tanggungjawab jika ada mahasiswa yang terlantar namun mahasiswa juga harus mempunyai pemahaman dan memanfaatkan peluang belajar di luar negeri dengan baik. 


Oleh karena itu, program Pre- Departing Training Awardee Beasiswa S2 Malaysia yang digelar sejak 1 sampai 7 Februari ini menekankan capacity building membangun koneksi dan menemukan peluang selain bekal pengetahuan standar tentang beasiswa dan kampus tujuan. 


Sementara itu, Sri Hastuti, Sekretaris LPP NTB mengatakan, 89 awardee beasiswa Malaysia ini akan berkuliah selama dua tahun dienam universitas dan rencana diberangkatkan awal Maret 2021 mendatang. 


Fakultas yang dipilih pun sangat variatif mulai dari science sampai construction. Adapun peluang bisnis, pihak LPP memasukkan kelas bisnis, leadership, ekonomi dan keuangan dalam pelatihan pra keberangkatan dengan harapan awardee memiliki bekal lain diluar tujuan akademis. 


Ditambahkannya, sebaran alumni di gelombang pertama tujuan Malaysia sebanyak 145 orang pada 2019 lalu juga telah menunjukkan hasil yang baik. 


"Jadi beasiswa tujuan Malaysia ini juga semacam movement bahwa Indonesia khususnya NTB tidak hanya diketahui kiprahnya di dunia tenaga kerja. Secara keilmuan juga diharapkan mampu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi NTB," jelas Sri. 


Kepala LPP NTB, Irwan Rahadi mengakui, sesungguhnya kebijakan mengirim warga NTB belajar ke luar negeri tidak populis karena manfaatnya akan dirasakan tiga atau empat tahun kedepan. Mulai dari pendanaan hingga profil mahasiswa/pelajar yang dikirim membuat LPP sangat berhati hati. 


Namun demikian target 1000 cendekia yang saat ini telah mencapai 400 orang alumni dapat terus didukung oleh pemerintah daerah dan masyarakat. 


Karo Kesra Setprov NTB, Mashuri, yang hadir pada kesempatan tersebut juga menjelaskan, program beasiswa dan 1000 cendekia berjalan sesuai rencana. Tahun ini anggarannya sebesar Rp88 miliar, dimana Rp55 miliar diantaranya untuk sektor pendidikan secara keseluruhan. 


Ia berharap, pendanaan beasiswa diperluas tidak hanya bergantung kepada pemerintah namun dari kerjasama berbagai pihak. 


"Harapannya, bisa terus berjalan tanpa ada kendala," katanya. 

×
Berita Terbaru Update