Notification

×

Iklan

Iklan

Pemprov.NTB tengah Upayakan Mutiara Lombok terdaftar Indikasi Geografis

| Thursday, February 25, 2021 WIB Last Updated 2021-02-25T19:48:02Z
Foto: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati saat mengunjungi Pembudidaya Mutiara lombok di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, Kamis, 25/2


PARAGRAF- Pulau Lombok tidak hanya dikenal dengan panorama pantai dan Pegununganya yang eksotik, di Perairan Pulau ini juga terdapat Mutiara South Sea Pearl (Mutiara Laut Selatan) dikenal dengan Mutiara kelas premium.


Untuk mendukung keberadaan dan nilai Jual Mutiara Lombok dipasaran, Pemprov.NTB saat ini tengah mengupayakan Mutiara Lombok bisa masuk terdaftar dalam Indikasi Geografis.


“NTB terkenal dengan Mutiara yang memiliki kualitas yang mendunia. Untuk budidaya Mutiara juga kita sedang mengupayakan untuk mendapatkan hak Indikasi Geografis” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Hj. Niken Saptarini Widyawati, Saat berkunjung ke pengembangan budidaya Mutiara Dusun Batu Putih dan Balai Pengembangan Budidaya Perairan Panta (BPBPP), Sekotong Kabupaten Lombok Barat, Kamis, 25/2.


Niken menilai, Potensi Bahari yang dimiliki Pulau-pulau di NTB cocok untuk budidaya Mutiara laut, sehingga Seluruh elemen akan terus berupaya mendukung Pembudidayaan Mutiara Lombok.


“Alhamdulillah, di NTB memiliki laut yang jernih, secara kualitas masih asri dan cocok untuk tumbuh atau berkembangnya Pinctada Maxsima yang menjadi rumah Mutiara. Pemerintah, perusahaan dan seluruh stakeholders akan terus bersinergi untuk mendukung ini,” ujar Niken.


Dalam Kesempatan Kunjungan tersebut, Niken memberikan Semangat kepada para pembudidaya untuk terus meningkatkan kualitas Pengelolaan Mutiara.


Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H. Yusron Hadi, menjelaskan bahwa dengan adanya Indikasi Geografis dapat memberikan nilai jual lebih pada Mutiara Kerang Lombok. 


“IG adalah salah satu instrumen yang memberikan keunikan pada suatu produk. Alhamdulillah Mutiara Lombok sudah sudah punya brand. Jika kita punya IG berarti kita punya nilai kekhasan dan semakin punya nilai jual di pasar internasional "tutur Yusron.


Mulyanto, S.T., M.Si selaku Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok menjelaskan, bahwa Mutiara Lombok menjadi yang kelima produk yang terdaftar IG yakni, Sayur Kangkung, Madu Sumbawa, Susu Kuda Liar Sumbawa, Kopi Tambora dan saat ini yang masih diupayakan adalah Mutiara Lombok.


“Sudah kami usulkan. Penyusunan IG banyak melibatkan stakeholders seperti Kementerian Hukum dan HAM, perindustrian, kelautan dan sebagainya. Proses ini beberapa kali ada perbaikan. Sampai saat ini kita masih menunggu. Semoga segera keluar agar memberikan kekhasan untuk Mutiara Lombok ini,” jelas Mulyanto.


Disisi lain, tepanya di Dusun Batu Putih, Sekotong, Muktamar selaku penanggung jawab kelompok usaha “Tunas Rahayu” yakni pengerajin budidaya Mutiara Lombok yang merasakan dampak sangat besar manfaatnya dari hasil budidaya Mutiara Lombok. 


“Budidaya Mutiara yang kita Kelola ini banyak diminati oleh kalangan atas. Kita sebagai masyarakat mendapat bantuan dari instansi dan dinas terkait untuk dapat mengelolanya sehingga manfaatnya sangat luar biasa, peningkatan penghasilan lumayan, bisa sekolahkan anak sampai kuliah juga,” jelasnya.


Muktamar mengaku, kalau hasil budidaya mutiara lombok sudah sering diekspor sampai Luar Negeri.


“Ekspor tergantung pesanan, bahkan sampai luar negeri dan dari cina sering kesini. Dikarenakan nilai jual Mutiara Lombok dipasaran dilihat dari besar maupun kecilnya Mutiara. Jika ada cacatnya bisa turun harganya jika bundar besar maka harganya bisa ratusan juta perbiji,” tutupnya.

×
Berita Terbaru Update