Notification

×

Iklan

Iklan

Masjid Islamic Center NTB Jadi Pusat Vaksinasi COVID-19

| Senin, Maret 29, 2021 WIB Last Updated 2021-03-29T12:12:34Z
Foto : Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah memantau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Senin (29/3/2021).


PARAGRAF- Sebanyak 1.400 tokoh agama dan tokoh masyarakat di Nusa Tenggara Barat menjalani vaksinasi COVID-19 tahap pertama di Ballroom Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB.


Penyuntikan dosis tahap pertama ini dilakukan selama dua hari dengan 1.400 tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Toma) dimulai Senin (29/3) sampai dengan Selasa (30/3).


"Ini adalah yang pertama vaksinasi dilakukan di masjid. Saya berharap semua tempat ibadah nantinya juga bisa menggelar vaksinasi. Saya mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut dalam vaksinasi hari ini agar kita segera keluar dari pandemi dan mulai membangun ekonomi," kata Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah di Islamic Center NTB di Mataram. 


Wagub mengingatkan, usai vaksin penerima tetap harus menjalankan 5M sebagai upaya preventif karena belum semua warga masyarakat mendapatkan hak mereka untuk vaksinasi.


Kegiatan ini bekerjasama dengan tiga rumah sakit yakni RSUP, Rumah Sakit Mata dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB sebagai fasilitas kesehatan sekunder. Stakeholders lain juga dilibatkan seperti Baznas, Islamic Center dan Perhimpunan Indonesia Tionghoa. 


Hari pertama ditargetkan sebanyak 700 dosis vaksin, yang akan diberikan bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mereka yang berusia 60 tahun kebawah sedangkan vaksinasi bagi lansia direkomendasikan di rumah sakit.


Sementara untuk vaksinasi kedua setelah 14 hari, mereka yang hari ini divaksin di Islamic Center akan mendapatkan vaksin kedua di fasilitas kesehatan setempat bekerjasama dengan kabupaten dan kota. 


Seperti dikatakan Wagub, vaksinasi sangat penting karena telah terbukti efektif. Berbagai pengalaman saat terpapar COVID-19 beberapa waktu lalu, Wagub menegaskan dalam arahannya bahwa, meski kemungkinan terkena virus COVID-19 tetap ada namun hanya akan berdampak seperti penyakit biasa seperti flu. 


"Jadi Covid itu tidak lagi akan semenakutkan seperti waktu awal pandemi," tambah Ummi Rohmi.


Direktur RSUP NTB dr Lalu Herman Mahaputra mengatakan program vaksinasi ini adalah upaya percepatan target vaksinasi NTB. Karena masih banyak masyarakat yang belum menerima vaksin sehingga sinergi dengan kabupaten dan kota dibutuhkan untuk mencapai imunitas kelompok seperti yang diharapkan.


"Kita memang harus bersinergi terutama dengan faskes sekunder untuk mencapai target vaksinasi lebih cepat," ujar dokter Jack sapaan akrabnya.


Untuk mencapai target vaksinasi bagi 3 juta warga masyarakat NTB, Pemerintah Provinsi telah berupaya maksimal. Sebelumnya tanggal 8 - 10 Maret lalu, vaksinasi massal digelar di Kantor Gubernur, Polda, NTB, Korem 162 WB dan RSUP. 


Beberapa target sasaran prioritas seperti tenaga kesehatan, ASN, TNI/ Polri dan pelaku pariwisata juga telah melampaui target vaksinasi ditambah dengan masyarakat umum yang digelar di beberapa titik keramaian seperti Mall Epicentrum, Sabtu (27/03). Sedangkan lansia, telah tercapai 5.663 orang dari target 13.336 orang (40,9 persen) berdasarkan data Dinas Kesehatan NTB.



×
Berita Terbaru Update