Notification

×

Iklan

Iklan

Pemprov NTB Komitmen Percepat Investasi PT ESL di Pantai Pink

| Monday, March 15, 2021 WIB Last Updated 2021-03-15T22:31:27Z
Foto: Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariadi.


PARAGRAF- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berkomitmen mempercepat proses operasional PT Eco Solution Lombok (ESL) investor asal Swedia yang telah mengantogi Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan (IUPJL) pariwisata di pantai Pink yang masuk dalam kawasan Hutan Lindung Sekaroh, Kabupaten Lombok Timur.


"Saya juga melihat keseriusan PT ESL untuk melakukan investasi di kawasan tersebut," kata Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariadi di Mataram, Senin.


Gita mengatakan, kendati masih terdapat kendala-kendala yang dihadapi di lapangan harus dengan solusi yang saling menguntungkan antara masyarakat dengan pihak investor. Sehingga diharapkan hadirnya investor dapat memberikan dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.


"Segala permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan investor harus diselesaikan dengan cara-cara yang baik, sesuai dengan kebijakan dan hukum yang berlaku. Baik itu kendala dengan mekanisme pembebasan lahannya, pengelolaan kawasan dan kendala-kendala lain yang dihadapi di lapangan," terang Gita.


Oleh karena itu, ia berharap bahwa kendala di lapangan harus clean dan clear. Sehingga kegiatan operasi investasinya dapat berjalan dengan baik. Termasuk penataan disekitar kawasan dan penataan pantai Pink akan segera dilakukan.


Sementara itu, Kepala (DPMPTSP) Provinsi NTB, H Mohammad Rum mengatakan, jika kendala di lapangan yang dihadapi oleh pihak investor dan masyarakat disekitar kawasan bisa diselesaikan dengan baik, artinya tidak ada pihak yang dirugikan. Maka pemprov dan pemerintah kabupaten memiliki komitmen agar pengelolaan kawasan tersebut ditargetkan berjalan mulai Juni 2021 mendatang.


"Kalau lahannya nanti sudah clear, progres awal yang kami minta dari pihak PT ESL adalah rehabilitasi pantai pink sebelum adanya pembangunan fisik seperti hotel, vila dan lain sebagainya," ucapnya.


Rum menjelaskan, adapun kendala yang dihadapi di lapangan di antaranya adalah masalah lahan, kebijakan MoU dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, kemudahan pengelolaan dikawasan perairan dan masalah pengawalan atau keamanan disekitar kawasan. 


"Masalah-masalah itu kita akan diskusikan dengan pihak terkait untuk menemukan solusi terbaiknya. Sehingga kegiatan pengembangan dan pengelolaan investor akan berjalan sesuai harapan bersama," ujarnya.


Karena itu, ia menekankan selama kegiatan investasi berjalan diharapkan tidak ada kegaduhan yang terjadi. Sebagaimana yang selalu ditekankan oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah bahwa segala penyelesaian kegiatan investasi harus menghindari kegaduhan. Sebab, salah satu faktor utama dihadirkannya investasi di NTB adalah untuk memberi lapangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat NTB.


Diketahui ivestor asal Swedia tersebut telah mengantongi izin sejak tahun 2013. Direncanakan PT ESL akan mengelola lahan seluas 339 hektare, berupa penataan destinasi kawasan hutan, termasuk meliputi kawasan lautnya bahkan pengelolaan destinasi pantai Pink.



×
Berita Terbaru Update