Notification

×

Iklan

Iklan

Pemprov NTB Optimistis MotoGP Digelar di Mandalika

| Kamis, Maret 25, 2021 WIB Last Updated 2021-03-25T08:44:06Z
Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah.

PARAGRAF - Pemerintah Provinsi NTB merasa optimis MotoGP bisa digelar tahun ini di sirkuit Mandalika, Lombok. Dorna Sport juga akan meninjau kesiapan Mandalika dalam kunjungan mereka yang direncanakan April 2021 mendatang.

Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah mengatakan, NTB tetap optimis MotoGP bisa digelar di Mandalika Oktober tahun ini. Sirkuit Mandalika bahkan dikabarkan sudah terjadwal sebagai salah satu sirkuit utama untuk musim MotoGP tahun 2022 mendatang.


“MotoGP ini kan rencananya Oktober (2021). Yang saya dengar sih jadwal kita tahun depan (2022) juga sudah keluar bulan Maret tahun depan,” kata Gubernur Zulkieflimansyah, Kamis (25/3) di Mataram.


Gubernur Zul mengatakan, jika dilihat dari segi lintasan, NTB sudah sangat siap menggelar event internasional tersebut pada Oktober tahun ini. Untuk itu, pada awal April nanti pihak penyelenggara akan datang melakukan pengecekan lintasan.


“Dari segi kesiapan lintasan kita sudah siap. Awal April nanti akan datang Dorna Sport untuk melihat homologasi sirkuit, untuk mengecek layak atau tidak. Tapi dari ITDC sudah yakin sangat layak,” ujarnya.


Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana mengendalikan pandemi Covid-19 di NTB. Untuk itu saat ini, Pemprov NTB mendorong percepatan vaksinasi, khususnya bagi masyarakat di sekitar daerah wisata seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.


Menurutnya, jika vaksinasi berjalan lancar, wabah bisa dikendalikan, dan NTB optimis digelar Oktober mendatang.


"Tinggal dilihat kesiapan kita mampu mengelola penonton yang sedemikian besar di tengah pandemi ini. Sebab kalau penontonnya nggak ada, rasanya MotoGP jadinya tidak begitu asyik," kata Gubernur Zul.


Dorna Sport sebagai penyelenggara MotoGP,  direncanakan datang ke Lombok, NTB, untuk mengecek kesiapan Sirkuit Mandalika.


Hal tersebut juga diungkapkan Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo beserta jajaran Mandalika Grand Prix Association (MGPA) di Jakarta.


Kedatangan Dorna Sport tersebut untuk memastikan kesiapan akhir Sirkuit Internasional Mandalika, yang akan dijadikan salah satu tuan rumah penyelenggaraan MotoGP.


Bamsoet berharap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, memanfaatkan event ini untuk mempromosikan Wonderful Indonesia di mata dunia.


"Dengan menyelenggarakan MotoGP, Indonesia akan mendapatkan tiga keuntungan utama, yakni dari sisi country branding, tourism effect, dan multiplier effect economy," ujar Bamsoet , awal Maret lalu.


Bamsoet menjelaskan, dari sisi country branding, Indonesia bisa memanfaatkan TV eksposure dari 207 negara dengan 31.525 jam siaran, yang dilihat oleh 1,4 miliar penduduk dunia.


Selain itu juga dapat memanfaatkan paparan media melalui 9.454 perwakilan media internasional dan tiga ribu lebih media cetak dari berbagai negara.


Adapun dari sisi digital media, kata Bamsoet, promosi terhadap Indonesia bisa tersebar melalui 25 ribu akun sosial media dan dua ribu lebih website.


"Karenanya IMI senantiasa aktif memberikan dukungan. Dimulai dari pra penyelenggaraan dengan terlibat dalam proses homologasi Sirkuit Mandalika, serta selama penyelenggaraan MotoGP melalui penyediaan medical center serta marshal track," katanya.


Belum lama ini, CEO Dorna Carmelo Ezpeleta sempat menjelaskan posisi MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika yang masuk daftar cadangan di kalender provisional MotoGP 2021.


Sirkuit ini disejajarkan dengan lintasan Algarve di Portugal dan Igora di Rusia, bukan seperti Sepang atau Burira yang masuk menjadi daftar tuan rumah.


Kalender provisional itu kemungkinan besar masih bisa berubah karena situasi pandemi yang tidak menentu.


Posisi Mandalika sebagai sirkuit cadangan berarti tanggal penyelenggaraan akan sangat bergantung kepada penyelesaian pembangunan trek dan proses homologasi serta pengujian.


"Kami mengakui upaya besar dari banyak pemangku kepentingan dalam proyek ini. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan kementeriannya atas komitmen mereka membawa International Motosport ke Indonesia pada 2021," ujar Ezpeleta.


"Fokusnya harus kepada konstruksi, homologasi dan juga pengujian, khususnya karena ini adalah sirkuit jalanan baru," sambung dia.


Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber, di dunia balap, homologasi adalah jenis proses persetujuan, baik menyoal kendaraan balap, lintasan, atau standarisasi komponen guna memenuhi sertifikasi untuk balapan yang telah ditentukan.


Dengan kata lain, pihak penyelenggara balap harus memastikan bahwa baik kendaraan balap ataupun lintasan harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.


Jika sudah sesuai dan lolos sertifikasi, barulah kendaraan atau lintasan mendapat persetujuan.


Mengingat Sirkuit Mandalika sendiri masih dalam tahap pembangunan, wajar jika masih harus melalui beberapa tahapan sebelum dinyatakan layak pakai.


×
Berita Terbaru Update