Notification

×

Iklan

Iklan

Prajurit Kodim 1620/Lombok Tengah ikuti vaksinasi COVID-19

| Selasa, Maret 09, 2021 WIB Last Updated 2021-03-09T10:49:12Z
Foto: Prajurit Kodim 1620/Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat mulai mengikuti vaksinasi COVID-19 tahap pertama di Puskesmas Praya, Selasa (9/3/2021).


PARAGRAF - Puluhan prajurit Kodim 1620/Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat mulai mengikuti vaksinasi COVID-19 tahap pertama di Puskesmas Praya.


Dandim 1620/Lombok Tengah (Loteng), Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan, mengatakan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 kepada seluruh prajurit merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menangani serta mengantisipasi panyebaran COVID-19, juga merupakan komitmen Kodim 1620/Loteng menjadi tauladan bagi masyarakat untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19.


"Diharapkan pelaksanaan vaksinasi ini dapat menjadi solusi dalam penanganan dan penanggulangan COVID-19 serta mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok dari penyebaran COVID-19," kata Dandim disela-sela kegiatan vaksinasi di Puskesmas Praya, Selasa.


Dandim menyatakan, untuk tahap pertama ini, jumlah personil yang mengikuti kegiatan vaksinasi COVID-19 sebanyak 80 orang dari total 273 personil Kodim 1620/Loteng. Kegiatan vaksinasi dilakukan di dua lokasi, yakni di RS Angkatan Darat di Kota Mataram dan Puskesmas Praya, Lombok Tengah.


"Sedangkan, untuk yang belum akan dilakukan ditahap berikutnya," ujarnya.


Dandim menegaskan kepada seluruh prajurit meski sudah mengikuti vaksinasi atau dilakukan suntik vaksin, tetap wajib disiplin menegakan protokol kesehatan dan 3M dimanapun berada. 


"Artinya, meski telah di vaksinasi harus tetap diikuti dengan disiplin protokol kesehatan dan 3M, yaitu selalu memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak serta batasi aktivitas diluar rumah," katanya.


Tidak hanya itu, ia juga tidak lupa untuk kembali mengimbau kepada masyarakat, agar bisa mendukung pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sesuai yang telah dijadwalkan pemerintah kedepan.


Karena itu, Dandim meminta masyarakat tidak perlu ragu dan jangan sampai terpengaruh oleh informasi-informasi terkait vaksin yang tidak bisa dipertanggung jawabkan atau hoaks.


"Yakinlah bahwa vaksin ini aman dan halal. Karena sebelumnya nakes sudah terlebih dahulu di vaksinasi. Dan sampai sekarang masih belum ada laporan yang membahayakan pada masyarakat penerima," katanya.




×
Berita Terbaru Update