Notification

×

Iklan

Iklan

Sejumlah Destinasi Wisata di Lombok Terus Dibenahi di Masa Pandemi

| Minggu, Maret 14, 2021 WIB Last Updated 2021-03-14T08:53:47Z
Dermaga Wisata Pantai Mawun di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.


PARAGRAF - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Dinas Pariwisata Provinsi NTB terus melakukan penataan destinasi wisata di Lombok. Selain peningkatan sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan, sarana pendukung di sejumlah destinasi pun terus dibenahi dan dipercantik.


"Pemprov NTB sangat serius menangani tata kelola destinasi, termasuk di Pantai Pink ini. Didukung Kemenparekraf yang juga luar biasa, beberapa destinasi kita benahi sarana penunjangnya. Pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM kepariwisataan juga kita lakukan dengan menggandeng Poltekpar Lombok," kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Lalu Moh Faozal, di sela kegiatan bersih-bersih pantai Pink, Sabtu (13/3) di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.


Ia mengungkapkan, sejumlah destinasi yang menjadi prioritas dan programnya sudah berjalan antara lain revitalisasi Toilet di Desa Wisata Sade, Lombok Tengah. Kini, desa wisata yang mengandalkan adat budaya dan kearifan lokal masyarakat Sasak itu, sudah dilengkapi sarana toilet berstandar hotel berbintang.


"Selain di Sade (revitalisasi ini) juga akan dilaksanakan di Pantai Mawun, Pantai Selong Belanak, Desa Wisata Sukarara dan Desa Wisata Bilebante. Untuk toilet di Sade disiapkan dengan standar bintang 3," katanya.


Dermaga Wisata Pantai Mawun di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Di Lombok Barat, Dispar Provinsi NTB dengan dukungan Kemenparekraf juga sudah menuntaskan revitalisasi toilet di Pantai Cemara, Kecamatan Lembar.


Menurutnya, upaya melengkapi sarana pendukung di destinasi wisata ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke destinasi.


Beberapa destinasi lainnya juga terus dipercantik. Di Gili Air, Lombok Utara, misalnya. Dinas Pariwisata NTB sudah membangun rest area yang menarik. 


Sementara di Sekotong, Lombok Barat, dermaga pantai Tawun sudah ditata dan dijadikan sebagai dermaga pariwisata. Dari dermaga ini, wisatawan bisa berkunjung ke deretan Gili eksotis di perairan Sekotong, seperti Gili Tangkong, Gili Sudak, Gili Kedis dan lainnya.


Peningkatan Kapasitas SDM dan CHSE


Menurut Faozal, selain penataan fisik destinasi wisata, Kemenparekraf juga mendukung Dinas Pariwisata NTB dalam peningkatan kapasitas pelaku wisata di destinasi. Terutama destinasi-destinasi baru berkonsep Desa Wisata, yang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.


Rest area di Gili Air, Lombok Utara.

"Kita sudah lakukan pelatihan pengelolaan atau manajemen perhotelan untuk 30 perwakilan pengelola homestay Desa Wisata. Pelatihan dilaksanakan di Pantai Gerupuk. Pelatihan seperti ini juga akan kita laksanakan di Desa wisata lainnya, terutama di Desa penyangga kawasan The Mandalika," katanya.


Selain itu, papar dia, Dinas Pariwisata NTB juga terus mendorong sertifikasi CHSE dan sertifikat I Do Care dari pusat bagi destinasi-destinasi unggulan di NTB ini.


Ia menekankan, semua ini perlu dilakukan untuk mempersiapkan Lombok dan NTB pada umumnya, agar kembali siap menyambut kunjungan wisatawan, setelah terdampak pandemi setahun terakhir.


"Kita sadari pandemi ini memang membuat kesulitan tersendiri di sektor pariwisata. Tetapi yang paling penting kita terus bersinergi dan kolaborasi dengan semua pihak. Optimisme harus tetap dibangun," tegasnya. 

×
Berita Terbaru Update