Notification

×

Iklan

Iklan

Tracking Penderita TB di NTB perlu Sinergi semua Elemen

| Tuesday, March 02, 2021 WIB Last Updated 2021-03-03T07:47:11Z
Foto: PKBI NTB bersama Wagub NTB usai bicarakan tracking Penderita TB di Provinsi NTB


PARAGRAF
-Rendahnya temuan Kasus Penderita baru Tuberkulosis (TB) di Nusa Tenggara Barat menjadikannya sebagai Provinsi Prioritas Nasional untuk Eliminasi TB.


Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) NTB, Rahmat Ahmad Hidayat, Mengatakan dari target nasional sebesar 80% temuan kasus baru,  estimasi suspect temuan kasus TB di NTB tergolong masih rendah, yakni diangka 36%. Ketika angka temuan baru dibawah 80 % menandakan masih banyak penderita yang belum diketahui atau memeriksakan diri dan berobat dilayanan kesehatan dan hal tersebut berpotensi besar menular ke lingkungan sekitar.


"Inilah pentingnya penjaringan atau tracing dan edukasi kepada masyarakat dan petugas dilapangan sehingga mereka paham persoalan ini," ungkapnya saat menemui Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., Selasa 2/3 di ruang kerjanya.


Dalam rangka meningkatkan tracing TB ini di NTB, Rahmat berharap dapat terbangun sinergi antara pemerintah, petugas layanan kesehatan dengan komunitas atau penggiat kesehatan yang ada. Termasuk kader posyandu keluarga yang tersebar di seluruh wilayah NTB.


Menanggapi hal tersebut, Wagub NTB siap mengoptimalkan peran kader posyandu keluarga di daerah. Karena sebagaimana tujuan revitalisasi posyandu menjadi posyandu keluarga, diharapkan semua informasi dan akar permasalahan kesehatan dan berbagai pelayanan penyuluhan kesehatan masyarakat dapat terjaring dengan komprehensif.


"Kader posyandu keluarga, tersebar hingga didusun dan desa-desa di semua Kabupaten/Kota. Keberadaan mereka dapat membantu untuk ikut menjaring penderita TB," terang Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub.


Untuk menyukseskan kegiatan ini, Wagub juga meminta agar PKBI bisa menggandeng para kader posyandu turun bersama dilapangan. Kedekatan para kader dengan masyarakat diharapkan bisa efektif mengedukasi dan mendobrak stigma masyarakat karena malu menderita TB. 


"Cepat temukan penderita dan obati agar keluarga terlindungi. Sehingga target tahun 2050 indonesia sudah bersih dari TB termasuk di NTB," harap Wagub.


Pertemuan juga dihadiri oleh Asisten I Setda Prov NTB, Kadis P3AP2KB Provinsi NTB dan dihadiri sejumlah anggota PKBI Wilayah NTB.

×
Berita Terbaru Update