Notification

×

Iklan

Iklan

Gubernur NTB Resmi Lantik Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa

| Senin, April 26, 2021 WIB Last Updated 2021-04-26T07:42:18Z
Foto : Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah mengucapkan selamat kepada H Mahmud Abdullah dan Hj Dewi Noviany sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa masa bhakti 2021-2026, Senin (26/4/2021).


PARAGRAF
- Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah secara resmi melantik H Mahmud Abdullah dan Hj Dewi Noviany sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa masa bhakti 2021-2026.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati H Mahmud Abdullah - Hj Dewi Noviany atau Mo-Novi untuk melanjutkan kerja keras bupati sebelumnya H Muhammad Husni Jibril terutama dalam penanggulangan COVID-19 di wilayah itu.


"Mudah-mudahan dengan hadirnya pemimpin yang baru pengendalian COVID-19 di Kabupaten Sumbawa bisa tertangani dengan baik," ujar Doktor Zul sapaan akrab Gubernur NTB usai melantik dan mengambil jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa masa bhakti 2021-2026 di gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin.


Selain itu, Gubernur Zulkieflimansyah meminta agar penanganan COVID-19 tidak dianggap enteng karena jika wabah tersebut tidak selesai-selesai maka yang akan rugi semua lapisan masyarakat.


"Jangan disepelekan dan jangan dianggap enteng karena kalau dianggap enteng, wabah ini enggak akan selesai kita juga yang akan rugi semua. Tapi pada yang sama jangan sampai kerja keras kita dalam mengendalikan COVID-19 melupakan aspek yang lain," ucapnya.


Doktor Zul menyampaikan Presiden Jokowi sendiri sudah menegaskan bahwa pengendalian COVID-19 adalah salah satu tahap, namun menggerakkan ekonomi dan investasi serta menekan masalah sosial adalah sisi yang lain yang juga harus diperhatikan.


Oleh karena itu, ia berharap agar komitmen dan sinergitas harus seirama dan kerjasama COVID-19 sehingga bisa dikendalikan dan ekonomi berjalan baik serta permasalahan sosial juga bisa berjalan baik.


Selain persoalan penanganan COVID-19, Bang Zul berpesan kepada keduanya untuk  lebih banyak berkorban melayani masyarakat bukan justru dilayani.


"Kita berada di zaman yang berbeda. Jadi orang yang jadi bupati, jadi gubernur jadi pejabat negara itu tidak harus pintar atau panjang titelnya. Tapi demokrasi yang sudah matang kita ikut melakukan konsolidasi mereka yang jadi bupati gubernur dan pejabat negara punya kerendahaan hati kesediaan untuk berkorban lebih banyak untuk melayani masyarakat," jelas Doktor Zul.


"Ini kelihatan sederhana, tetapi sulit. Jadi jangan sampai kata pelayan masyarakat ini manis kita ucapkan tapi dalam tingkah laku kita feodal seperti kita yang ingin dilayani," sambungnya.


Disampingi itu, gubernur berharap keduanya bisa menjadi pemimpin yang punyak kelapangan jiwa. Artinya, pemimpin yang mampu saling memaafkan dan mampu merangkul semua pihak, terutama lawan-lawan politik saat kontestasi Pilkada 2020 lalu.


"Jadi pak bupati dan wakil bupati kalau ada lawan politik sebelumnya maafkan, rangkul dan datangi bupati-bupati sebelumnya. Tidak boleh ada dendam, hati boleh sakit karena kemarin ada kontestasi tapi tugas pemimpin merangkul semuanya demi daerah yang kita cintai. 


Memaafkan kelihatan sederhana tapi berat dilakukan. Karena mereka yang punyak kematangan dan jiwa besar yang bisa melakukannya. Oleh karena itu demokrasi dibikin stabil jangan menuruti terutama yang belum move on manusiawi juga seakan yang tidak menukung kita nonjobkan, namun datangi sebagai tim yang kompak sehingga daerah kita nyaman," katanya.


Sementara itu, Bupati Sumbawa H Mahmud Abdullah mengatakan, dalam penanganan pandemi, Pemkab Sumbawa sudah memiliki pengalaman yang baik dalam mengendalikan penularan COVID-19.


"Tentu penanganan pandemi yang sudah baik akan kita teruskan. Strateginya, penanganan ini akan kita kepung dan kerjakan bersama sama. Kalau tidak bergotong royong akan sulit," ujar Bupati. 


Terkait kinerja, dirinya dan Wakil Bupati sudah menyiapkan program 100 hari. Meski tak merinci, dalam target awal, pemerintahannya akan fokus menata kota.


"Kami akan berdua akan bekerjasama untuk mengendalikan COVID-19, termasuk mendorong pemulihan ekonomi di Kabupaten Sumbawa," sambung Dewi Noviany.


Diketahui, KPU Kabupaten Sumbawa menetapkan paslon nomor urut 4, H Mahmud Abdullah dan Dewi Noviani (Mo-Novi) sebagai peraih suara tertinggi dalam Pilkada Sumbawa. Perolehan suara Mo-Novi selisih tipis dengan paslon Jarot-Mokhlis.


Berdasarkan Surat Keputusan KPU Sumbawa nomor 716/HK.03.1-Kpt/5204/02/KPU-Kab/XII/2020, Mo-Novi meraih 69.683 suara. Disusul Paslon nomor urut 5 H Syarafuddin Jarot-H Mokhlis (Jarot-Mokhlis) dengan 68.801 suara. Dari perolehan suara ini, Mo-Novi unggul 882 suara dari Jarot-Mokhlis.


Kemudian posisi ketiga diraih paslon nomor urut 3, Talifuddin-Sudirman (Talif-Sudir) dengan dengan perolehan 51.169 suara. Posisi keempat paslon nomor urut 1, HM Husni Djibril-H Muhammad Ikhsan (Husni-Ikhsan) dengan perolehan 43.938 suara. Terakhir paslon nomor urut 2, Nurdin Ranggabarani-H Burhanuddin Jafar Salam (Nur-Salam) dengan perolehan 41.275 suara.


×
Berita Terbaru Update