Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Kualitas LH NTB Lampaui Rata-Rata Nasional

| Rabu, April 28, 2021 WIB Last Updated 2021-04-28T12:11:00Z
Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama perwakilan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali dan Nusa Tenggara.

PARAGRAF - Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah yang berada pada kategori baik, pada angka 70,83 point dalam capaian Indek Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) tahun 2020. Bahkan angka ini melebihi capaian nasional sebesar 70.27 point.


IKLH merupakan gambaran kondisi lingkungan hidup yang menjadi salah satu indikator kinerja pemerintah daerah di bidang pengelolaan lingkungan hidup.


"Capian IKLH dengan kriteria baik untuk NTB, harus menjadi motivasi pendorong agar program berbasis lingkungan harus lebih baik lagi kedepan," kata Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., saat menerima audiensi Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali dan Nusa Tenggara terkait penetapan target IKLH Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2021-2024, Rabu (28/4/2021) di Aula Pendopo Wagub.


Karena menurut Ummi Rohmi, parameter perhitungan nilai IKLH berdasarkan pengelolaan lingkungan hidup, baik kualitas air, udara, hutan dan laut. Sehingga, program NTB Zero Waste,  NTB Hijau dan lestari dapat mendukung capaian ini. Namun pekerjaan rumah daerah masih banyak yang harus diselesaikan terutama pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.


"Persoalan sampah bukan hanya buang pada tempatnya, kemudian diangkut ke TPA hingga selesai, bukan itu. Tapi bagaimana mengelola sampah ini dengan baik dan memiliki dampak ekonomi. Sampah menjadi berkah, bila dipilih dan dipilah untuk dijadikan pupuk kompos, dikelola oleh bank sampah, jelas Ummi Rohmi.


Seiring dengan hal tersebut, Wagub menekankan bahwa sinergi dan support dalam mewujudkan pengelolaan sampah maupun lingkungan juga butuh perhatian pemerintah pusat. Begitupun kerjasama dan kolaborasi dengan Pemda Kabupaten/Kota.


Untuk itu, Wagub berharap juga agar jajaran Kementerian LHK terus melakukan mendampingan dan bimbingan baik dalam support dan peningkatan kualitas SDM maupun lingkungan.


"Sinergi dan kolaborasi serta bimbingan dari Kementerian LHK harus terus ada, karena dukungan itu perlu untuk mencapai keberhasilan program di daerah," tutup Ummi Rohmi.


Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali dan Nusa Tenggara (Nusra), Ni Nyoman Santi, ST, M.Sc., menyampaikan bahwa, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup di NTB mendapatkan angka yang bagus.


"Bahkan untuk tahun 2020 sudah berada di atas target nasional," kata alumni ITS Surabaya ini.


Menurutnya, IKLH ini terdiri dari gabungan indeks pada masing-masing kabupaten/kota. Jadi provinsi sudah mendorong dan melakukan pembinaan sehingga angka-angka itu bisa tercapai.


Dijelaskannya, bahwa perhitungan IKLH berasal dari penggabungan 4 indikator komponen lingkungan, yaitu Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), Indeks Kualitas  Lahan (IKL) dan Indeks Kualitas Air Laut ( IKAL ). 


Berdasarkan data dari Ditjen PPKL dan Pusdatin KLHK bahwa, dalam 5 tahun terakhir capian angka IKLH Prov. NTB terus naik. Tahun 2020, IKA nilainya 50. 98, IKU 88.63, IKTL 66.74, IKAL 67.49 sehingga total 70.83 point. Sedangkan angka nasional sebesar 70.27 dan angka target nasional sebesar 68.71 poin.


"Kami dari P3E Bali Nusra  mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras yang dilakukan sehingga IKLH secara nasional dapat tercapai karena peranan yang besar dari Provinsi NTB," tutup wanita yang juga satu alumni dan jurusan dengan Wagub.


Menanggapi capaian tersebut, Kadis LHK Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc., mengatakan bahwa capaian dan penilaian ini langsung dilakukan oleh pemerintah pusat.


"Kami tidak tinggal diam saja dengan capian ini, targetnya IKLH kedepan harus lebih baik lagi," kata kang Dani sapaannya.


Oleh sebab itu, pihaknya terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan KLHK RI dan Kabupaten Kota sebagai pemilik wilayah langsung di daerah.


Diakuinya, peran dan dorongan Gubernur Zul dan Wagub Ummi Rohmi untuk terus mengikhtiarkan kesuksesan program Zero Waste dan NTB Asri dan Hijau di NTB, juga berperan dalam pencapaian ini. Baik itu dalam pengelolaan sampah dan mengembalikan fungsi hutan dan lingkungan lainnya. 


"Ini penting, dilakukan dalam merawat alam dan lingkungan kita, sehingga IKLH akan semakin baik kedepan, demi lingkungan yang baik untuk masyarakat NTB," tutup Kadis LHK ini. 

×
Berita Terbaru Update