Notification

×

Iklan

Iklan

Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Penanganan COVID-19 di NTB

| Saturday, April 24, 2021 WIB Last Updated 2021-04-24T14:06:24Z
Foto : Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian didampingi Gubernur H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah, Sabtu (24/4/2021).


PARAGRAF
- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi langkah dan upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam penanganan pandemi COVID-19.


Hal tersebut disampaikan Mendagri dihadapan Gubernur H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah

saat memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah Provinsi NTB, saat kunjungan kerjanya di pendopo Gubernur NTB di Mataram, Sabtu (24/4/2021).


Mendagri Tito mengatakan bahwa dampak pandemi COVID-19 sangat luas hingga menyentuh berbagai sektor. Yang paling terpapar adalah sektor ekonomi dan kesehatan. 


Namun Pemerintah Provinsi NTB melalui Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang mampu mengatasi dampak ekonomi dan kesehatan masyarakatnya. Sektor usaha UMKM yang terkena dampak, diberdayakan untuk menghasilkan berbagai produk yang Kemudian dibeli oleh pemerintah dan diberikan kembali kepada masyarakat yang terdampak untuk memenuhi kebutuhan masyakat saat stay at home (diam dirumah). 


"Program JPS Gemilang sangan baik, menangani dampak ekonomi dan menyentuh sisi kesehatan masyarakat," kata Mendagri Tito Karnavian.


Sehingga tidak mengherankan, bahwa angka yang positif stabil, tidak buruk dibanding dengan daerah lain di Indonesia. Namun ia mengimbau pemerintah provinsi NTB, agar angka kesembuhan dapat lebih ditingkatkan hingga 91 persen.


"Tingkat kesembuhannya sudah lumayan bagus," ucapnya.


Untuk itu, mengantisipasi upaya tersebut perlu dilakukan perbaikan sistem kesehatan dan kemampuan testing di tiap-tiap kabupaten dan kota se-NTB. Sehingga ditingkat kabupaten dan kota juga sebaiknya diinstruksikan agar memiliki kemampuan testing PCR atau yang antigen. 


Mantan Kapolri ini menegaskan bahwa

pengendalian COVID-19 penting untuk menggerakan ekonomi masyarakat. Untuk itu upaya lain yang dapat dilakukan pemrov adalah mempercepat optimalisasi belanja daerah. Mengalokasikan stimulus bagi sektor swasta melalui intensiv termasuk bantuan langsung untuk UMKM.


Titik tekan Mendagri juga, agar pemrov melakukan penataan birokrasi guna mewujudkan profesinalitas ASN. Tentunya agar percepatan sistem kerja dan fokus pada pekerjaan fungsional yang dibarengi dengan inovasi dan flekbititas dalam pelayana.


"Ini tentunya untuk mendukung transformaso digital dalam implementasi pelayanam publik di era pandemi," ujarnya.


Menyinggung terkait mudik lebaran dalam lingkungan provinsi NTB atau daerah, menurut Mendagri tidak mempermasalahkan. Karena melihat daerahnya relatif tidak begitu luas dan  mobilisasi masa di NTB tidak begitu padat.


"Apalagi penduduknya juga tidak sebanyak di pulau Jawa. Kalau hanya dari Mataram pulang ke Lombok Timur atau Lombok Utara tidak masalah," tuturnya.

 

Sementara itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengapresiasi kunjungan Menteri Dalam Negeri, untuk memperkuat silaturahmi dan pembinaan terhadap lingkungan kerja Pemrov NTB.


Menurutnya, apa yang disampaikan Mendagri sudah komprehensif. Termasuk NTB perlu lebih banyak mendatangkan investor untuk membuka lapangan pekerjaan di NTB.


"Kita tidak hanya mengandalkan APBD untuk pembangunan namun jalan dan usaha lain harus terus dibangun, demi mensejahterakan masyarakat," katanya.


×
Berita Terbaru Update