Notification

×

Iklan

Iklan

Apa Kata Novi Soal Wacana Doktor Zul Maju Capres dan Cawapres

| Monday, May 03, 2021 WIB Last Updated 2021-05-04T03:35:08Z
Foto : Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa, Dewi Noviany yang juga adik kandung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah.


PARAGRAF
- Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa, Dewi Noviany yang juga adik kandung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah akhirnya angkat bicara terkait digadang-gadangnya Doktor Zul maju menjadi calon presiden ataupun calon wakil presiden pada Pilpres 2024 mendatang.


Novi panggilan akrab Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa mengatakan, sebagai adik dirinya tentu sangat mendukung bila kakaknya benar ikut dalam kontestasi calon presiden (Capres) maupun calon wakil presiden (Cawapres). Namun kata dia, dukungan dan doa saja tentu tidak cukup untuk modal Capres atau Cawapres, melainkan perlu diperhatikan adalah bagaimana hasil survei.


"Sebagai adik kami mendukung dan berdoa, kalau itu memang yang terbaik ya kita terima. Tapi tetap survei jadi rujukan," ujarnya kepada wartawan di Mataram, Senin malam (3/5/2021). 


Sebagai adik, Novi mengaku, tidak mempersoalkan bila ada keinginan Doktor Zul yang ingin meneruskan kiprah politiknya ke jenjang yang lebih tinggi, yakni menjadi presiden maupun wapres pada 2024 mendatang. 


"Kata orang bilang enggak bisa, tapi kalau kita enggak coba bagaimana kita tahu. Kalaupun nanti ada kekurangan kita bisa belajar. Saya pun sebelumnya enggak bermimpi jadi seperti saat ini (Wabup red), tapi karena dicoba ternyata bisa juga," ucap Novi.


"Siapa yang tahu, karena saya ini kan awalnya seorang guru, paling naik kepala sekolah dan kemudian mentok jadi pengawas. Tapi siapa sangka bisa jadi seperti ini. Yang penting itu optimis enggak ada kata menyerah," sambungnya.


Disinggung apakah niatan Doktor Zul tersebut sudah pernah sebelumnya dibicarakan di internal keluarga besar?. Novi mengaku bahwa Doktor Zul tidak pernah menyampaikan keinginannya tersebut secara langsung kepada keluarga besarnya. Karena semua itu menurut Novi, mengalir begitu saja.


"Kita mengalir aja. Beliau bilang kalau surveinya bagus kita Sami'na Wa Atho'na saja," kata Novi menirukan kata kakak kandungnya tersebut.


Ditanya, apakah dirinya lebih senang melihat Doktor Zul maju sebagai calon gubernur untuk periode kedua atau memilih Capres atau Cawapres?. Novi mengaku tidak ingin berkomentar lebih jauh. Karena semua itu tergantung kembali pada keinginan kakaknya Zulkieflimansyah.


"Waduh saya no komen lah soal itu. Tapi yang jelas kalau saya berharap yang terbaik untuk ummat saja," katanya.


Sebelumnya, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah menanggapi soal isu dirinya disebut-sebut akan maju dalam bursa calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang.


Orang nomor satu di Provinsi NTB itu, mengatakan bahwa dicalonkan ataupun mencalonkan hal yang sah-sah saja terjadi dalam dunia politik. Karena bagaimanapun, hal tersebut bukan mustahil bisa saja terjadi.


"Artinya kalau nama kita diperhitungkan ya itu sah-sah saja," ujarnya kepada sejumlah wartawan.


Gubernur mengatakan, menghadapi Pilpres 2024 semua partai politik tentu akan mengambil sikap realistis, mengingat Pilpres dan Pemilu Legislatif (Pileg) dilaksanakan bersamaan, sehingga semua partai akan berusaha untuk menampilkan calon-calonnya. Namun, bukan sekedar ingin memenangkan Pilpres tetapi untuk menyelamatkan suara partai di Pileg.


Ia mencontohkan saat Pileg 2019, di mana yang menerima panen dari Pilpres adalah Gerindra dan PDI Perjuangan, karena masing-masing punyak calon ketika itu.


"Siapa yang kenal calon Gerindra di satu kabupaten tapi dapat kursi karena ada Prabowo sebagai capresnya. Nah sekarang kita juga ingin demikian," ucap Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB Zulkieflimansyah.


Oleh karena itu, pada Pilpres maupun Pileg 2024 mendatang, PKS tidak ingin main-main, kenapa demikian agar PKS juga diperhitungkan oleh partai lain.      


"Contoh Anies pernah jadi Ketua Senat UGM, Gubernur Jakarta sekarang. Kita juga pernah jadi Ketua Senat UI, jadi gubernur juga. Lalu yang lain-lain saja enggak punyak partai berani, masak kita enggak artinya kita maju bukan sesuatu yang mustahil juga. Tapi bukan berarti kita maju karena kebelet atau ngotot juga," tegasnya.


"Saya tiga periode di DPR dan dikenal banyak orang, apalagi semua itu adalah teman. Karena saya tiga periode di DPR dan dikenal banyak orang. Jadi maksud saya itu menjadi capres dan cawapres itu bukan hal yang terlampau mewah juga buat kita itu biasa saja," sambung Bang Zul.


Disinggung apakah pengabdian di NTB sebagai gubernur hanya cukup satu periode?. Zulkieflimansyah secara tegas menyatakan bahwa antara Pilpres dan Pilgub berbeda, apalagi Pilgub dilakukan belakangan setelah Pilpres dan Pileg.


"Pilgub inikan belakangan, masih lama. Jadi kita lihat saja, karena kita belum tentu besok masih hidup. Ini kan cita-cita ingin jadi begini begitu," ujarnya.


Zulkieflimansyah sendiri mengaku tidak ingin masyarakat NTB melihat isu dirinya menjadi capres dan cawapres sebagai sesuatu yang wow dan wah namun bagaimana hal-hal semacam itu dianggap sesuatu hal yang biasa terjadi. Terlebih, di NTB sendiri banyak tokoh-tokoh asal NTB yang layak diperhitungkan dalam kancah politik nasional.


"Orang NTB banyak yang bisa, contoh ada Tuan Guru Bajang (TGB), Hamdan Zoelva, Fahri Hamzah, dan Din Syamsudin. Jadi jangan kerdilkan tokoh-tokoh kita dalam kolam yang kecil. Jadi biasakan saja, sehingga orang mengatakan orang NTB itu jadi capres biasa aja, bukan hal yang wow gitu biasa aja. Sehingga kenapa kita sekolahkan orang-orang kita keluar negeri itu supaya mereka melihat itu biasa, ndak melihat itu hebat. Jadi bagaimana alam sadar kita tidak di kreat diciptakan untuk membiasakan hal yang besar," katanya.





×
Berita Terbaru Update