Notification

×

Iklan

Iklan

Miris! Ratusan Siswa di NTB Menikah di Usia Muda

| Wednesday, May 05, 2021 WIB Last Updated 2021-05-06T06:28:38Z
Foto : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H Aidy Furqan.


PARAGRAF
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat pada tahun 2020 sebanyak 800 orang siswa di wilayah itu memutuskan menikah di usia muda di saat masih berstatus sebagai pelajar.


"Jumlahnya ada 800 siswa yang menikah. Tapi itu yang sudah melapor secara resmi, kalau diluar itu kita enggak tahu," ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H Aidy Furqan di Mataram, Rabu (5/6/2021).


Ia menjelaskan, 800 siswa yang menikah di usia muda ini didominasi oleh siswa perempuan, sementara siswa laki-laki terbilang sedikit.


"Paling dominan itu siswa perempuan, laki-laki juga ada tapi tidak banyak," terangnya.


Menurut Furqan, mereka yang menikah di usia muda ini tersebar di sejumlah sekolah di NTB. Namun di wilayah mana saja, Furqan tidak bisa membeberkannya. 


"Yang jelas tersebar di wilayah NTB," ucap Furqan.


Terkait apa penyebab para siswa ini memutuskan menikah di usia muda, Aidy Furqan, tidak mengetahui secara pasti apa alasan dibalik siswa-siswa tersebut  memutuskan untuk menikah dini. 


"Kalau apa penyebabnya kita tidak bisa deteksi soal itu," ujarnya.


Disinggung apakah tidak ada kaitan dengan situasi COVID-19 yang saat ini melanda Indonesia, termasuk NTB?. Aidy Furqan menegaskan bahwa tidak ada kaitan dengan COVID-19. 


"Enggak ada kaitan dengan Corona. Karena ini kan sifatnya pribadi seseorang," ucapnya.


Meski para siswa ini sudah menikah hingga sudah memiliki anak, pihaknya tidak melarang siswa tersebut ingin melanjutkan sekolahnya. Meski bukan di sekolah sebelumnya melainkan mereka bisa melanjutkan di sekolah terbuka. 


"Mereka yang menikah ini tidak langsung putus sekolah. Kami carikan solusi agar mereka tetap melanjutkan sekolahnya. Polanya itu kita carikan guru sebagai pengajar untuk tetap belajar di sekolah terbuka. Cuman karena sekolah terbuka jadi tidak pakai seragam," jelasnya.


Lebih lanjut terkait banyaknya siswa yang menikah di usia muda tersebut, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada masyarakat khususnya para orang tua untuk tetap menjaga dan mengawasi putra dan putrinya untuk tetap mendorong terus belajar dan tidak putus sekolah.


Bahkan, untuk menekan angka pernikahan dini, Provinsi NTB sudah memiliki Peraturan Daerah tentang Pencegahan Perkawinan Anak. 


"Kita hanya bisa mencarikan solusi untuk menekan persoalan ini, karena kalau menghambat berat. Salah satu solusinya itu melalui penerapan Perda dan sejauh ini itu berhasil," katanya.



×
Berita Terbaru Update