Notification

×

Iklan

Iklan

Promosikan Gili Aman, Menparekraf Berenang di Trawangan

| Kamis, Mei 06, 2021 WIB Last Updated 2021-05-07T00:03:52Z
Foto : Gubernur NTB H Zulkieflimansyah (kiri), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (tengah) dan Wakil Bupati Lombok Utara Dany Carter. (Foto Diskominfotik NTB).


PARAGRAF
- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memastikan eksistensi pariwisata di kawasan tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat kembali menggeliat di masa pandemi COVID-19.


"Kami berkomitmen untuk bangkitkan dan pulihkan pariwisata di Gili dengan beberapa program dan langsung dirasakan oleh masyarakat," ujar Sandiaga Uno saat mengunjungi kawasan Gili Trawangan, Kamis (6/5/2021).


Menurutnya, komitmen ini untuk membangkitkan dan pulihkan pariwisata di Gili dibutuhkan sehingga saat semua pintu dibuka pada tanggal 17 Mei mendatang, wisatawan dapat berkunjung dengan tetap menerapkan protokol kesehetan dalam mencegah COVID-19.


Beberapa strateginya adalah,  memperbanyak event yang diminati wisatawan dalam negeri. Karena selama ini yang dilakukan fokus terhadap wisatawan mancanegara. Padahal masih banyak wisatawan nusantara yang belum tersentuh.


Upaya lain, akan dibangun travel patten, karena Gili merupakan zona hijau yang dapat di interkoneksikan dengan zona hijau lain seperti di Sanur Bali. Membangun kerjasama untuk menjual paket agar bisa menjadi alternatif sementara saat pandemi.


Selain itu, upaya lainnya adalah membangun pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di NTB. Sehingga harus ada dukungan dari semua pihak termasuk pelaku pariwisata ekonomi kreatif dan pemerintah.


"Termasuk berbagai fasilitas dan sarana prasarana dan penguatan ekonomi kreatif menjadi perhatian khusus kami, karena ini destinasi dunia," katanya.


Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengapresiasi semangat pemerintah pusat memberikan perhatian untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata di NTB. 


Diakui Doktor Zul, bahwa kunjungan Menteri Pariwisata sudah kedua kalinya ke NTB. Kepedulian ini harus benar-benar dijaga sehingga kedepan banyak program yang dapat membatu pelaku pariwisata memulihkan kembali geliatnya.


"Saya juga memberikan Apresia kepada Bupati dan Wakil Bupati telah bersinergi bersama masyarakat setempat untuk dapat menjaga wilayahnya tetap dalam zona hijau. Ini menjadi modal untuk pariwisata," kata Doktor Zul.


Beberapa pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif menyambut baik kunjungan ini. Sehingga usulan konkrit dan masukan dapat segera di eksekusi oleh Pemda dan pusat.


Sebelumnya, dalam dialog dengan Ketua Assosiasi tiga Gili, Lalu Kusnawan mengaku sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin di area destinasi wisata. Termasuk SOP untuk memasuki Gili telah dibuat bersama.


"Bahkan Kita sudah vaksin masal sebanyak 3.500 pelaku pariwisata," ungkapnya.


Ia juga menjelaskan pelaku pariwata terus berbenah dalam rangka upaya menggeliatkan pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Ia meminta pemerintah juga membangun fasilitas umum seperti puskesmas yang layak dan berstandar untuk wisatan dan masyarakat di tiga Gili.


Ditambahkan Lalu Suratman pelaku pariwisata tiga Gili, berbagai upaya dan langkah telah dilakukan untuk memulihkan pariwisata sehingga ia meminta kolaborasi dan sinergi bersama semua steak holder baik pusat dan daerah merecovery pariwisata agar membangkitkan ekonomi masyarakat.


Menurutnya KLU terutama di tiga Gili harus memiliki Kultur sebagai branding destinasi wisata. Misalnya sport tourizem, untuk menggelar event motor cross. Karena menurutnya, membranding destinasi itu perlu waktu. 


"Apalagi wilayah di KLU cukup layak untuk event itu. Membranding destinasi itu perlu waktu, minimal 4 tahun sehingga nantinya akan terkenal," katanya.


Untuk memastikan eksistensi pariwisata kembali bergeliat di tiga Gili Kabupaten Lombok Utara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah memilih cara tidak biasa mengunjungi gugusan pulau tersebut, yaitu berenang sejauh 100 meter dari perahu yang ditumpanginya ketika akan bersandar di Gili Terawangan.


"Kami berenang untuk menikmati keindahan spot air laut yang jernih dan bersih di tiga Gili, dan merasakan suasana yang nyaman untuk mendapatkan masukan dari pelaku pariwisata disini,"

kata Menparekraf dan Gubernur Zul.



×
Berita Terbaru Update