Notification

×

Iklan

Iklan

Elektabilitas Demokrat Naik, Moeldoko Ucapkan Amin

| Senin, Juni 07, 2021 WIB Last Updated 2021-06-08T01:42:28Z
Foto: Jendral (Purn), Dr. H. Moeldoko 


PARAGRAF
- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko bersyukur atas naiknya elektabilitas Partai Demokrat berdasarkan hasil sejumlah lembaga survei.


"Amin," ujar Moeldoko singkat saat dimintai tanggapannya perihal meningkatnya elektabilitas Partai Demokrat kaitan pengaruh Moeldoko Effek saat melakukan kunjungan kerja di Lombok, NTB, Senin (7/6/2021).


Ditanya lebih lanjut terkait apakah ancang-ancang maju dalam Pilpres 2024, Moeldoko seiring namanya masuk dalam sejumlah hasil lembga survei. Moeldoko tak ingin berkomentar lebih jauh. Dirinya hanya tertawa kepada sejumlah wartawan ketika ditanya terkait isu-isu politik di Demokrat.


"Sudah-sudah, sudah ya," ucapnya sambil tertawa kepada wartawan.


Moeldoko hadir di Lombok, NTB dalam kunjungan kerja selama dua hari yakni 7-8 Juni 2020 dalam kapasitas sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Dalam kunjungan kerjanya, Moeldoko sempat meninjau progres pembangunan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) dan sirkuit MotoGP Mandalika.


Sebelumnya, survei terbaru Parameter Politik Indonesia menunjukkan peningkatan elektabilitas Partai Demokrat.


Berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan pada akhir Mei, Partai Demokrat berada di posisi keempat dengan elektabilitas 8,4 persen


Hasil tersebut didapat setelah melakukan survei terhadap 1.200 responden melalui telepolling pada 23-28 Mei lalu dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


Elektabilitas Demokrat terbilang naik apabila dibandingkan dengan hasil Pemilu 2019 lalu dengan angka 7,77 persen suara nasional.


Diketahui, pada Maret, Partai Demokrat sempat menarik perhatian akibat kisruh internal. Semua bermula ketika Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut ada gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai pada Februari.


Ia mengatakan gerakan tersebut dilakukan para elite dan berniat menyelenggarakan Konferensi Luar Biasa (KLB) untuk mengganti pimpinan Partai Demokrat.


Kementerian Hukum dan HAM memilih tak mengesahkan kepengurusan hasil KLB Deliserdang. AHY pun tetap sah sebagai Ketum.


Elektabilitas Partai Demokrat sebelumnya juga terlihat meningkat berdasarkan survei Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang dilakukan pada April 2021. Dalam survei, Demokrat berada di posisi kedua, tepat di belakang PDIP, dengan elektabilitas 11,3 persen.


Sebelumnya, sejumlah pengamat menduga kisruh KLB justru akan memberi efek positif bagi elektabilitas Demokrat.

×
Berita Terbaru Update