Notification

×

Iklan

Iklan

Fasilitas Destinasi Wisata di Pulau Sumbawa Jauh Tertinggal

| Tuesday, June 15, 2021 WIB Last Updated 2021-06-15T10:38:11Z
Foto: Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat Raihan Anwar


PARAGRAF
- Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat Raihan Anwar mengaku, prihatin dengan banyaknya destinasi wisata di Pulau Sumbawa yang belum memadai sebagai sebuah objek wisata.


"Kalau kita lihat sekarang ini jauh dari kata memadai, nggak layak sebagai sebuah destinasi karena dari sarana prasarana dan infrastruktur jauh tertinggal," ujar Raihan Anwar di Kantor DPRD NTB di Mataram, Senin.


Menurut dia, selama ini kemajuan pariwisata antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, termasuk di dalamnya Bima masih jauh dari harapan. Karena pembangunan pariwisata lebih banyak terjadi di Pulau Lombok daripada Pulau Sumbawa.


"Selama ini pembangunan pariwisata lebih banyak ke Pulau Lombok. Karena memang potensi Lombok luar biasa bahkan salah satu yang terbaik d Indonesia. Tapi Pulau Sumbawa juga memiliki potensi yang tidak kalah bagusnya. Namun, secara karakteristik berbeda. Misalnya wisata bahari di Pulau Sumbawa tidak ada pantai yang banyak berpasir putih, sedangkan di Lombok banyak dan pemandangannya indah," ucapnya.


Meski jauh berbeda dengan Pulau Lombok, kata Raihan, Pulau Sumbawa memiliki keunikan yang juga mungkin tidak ada ditemukan di Lombok contoh keindahan terumbu karangnya. Terlebih wilayah Bima lokasinya sangat dekat dengan Pelabuhan Bajo dan Pulau Komodo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 


Untuk itu, peluang kedekatan ini bisa dimanfaatkan pemerintah daerah untuk bisa menghubungkan konektivitas antar wilayah tersebut. Pasalnya, ketika konektivitas ini terbangun maka peluang Bima menjadi daerah transit yang menghubungkan dari Bali, Lombok, dan Sulawesi Selatan menuju Labuan Bajo cukup besar.


"Tinggal yang perlu itu dukungan dari pusat maupun provinsi untuk membantu daerah untuk membangun sarana prasarana dan melakukan penataan destinasi, seperti pantai Pink, Pulau Kelapa, Pulau Sangiang supaya layak untuk di kunjungi sehingga menarik minat wisatawan. Karena kalau kita lihat sekarang itu semua jauh dari memadai dan tidak layak. Terutama akses jalan, listrik, internet, air bersih, keamanan, belum ada mesti potensinya cukup besar," jelasnya.


Disinggung terkait rute penerbangan yang masih kurang ke Bima, anggota DPRD dari Dapil Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu ini, mendorong agar hal itu bisa diatasi. Hanya saja kata dia, penambahan rute atau konektivitas penerbangan ini juga tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya dukungan sarana dan prasarana yang ada khususnya ke destinasi wisata.


"Ada hubungan komplementer antara jumlah orang terbang dengan tujuan apa perlu orang ramai-orang ke Bima. Kalau tidak ada yang tertarik untuk dilihat. Tapi kalau ada yang menarik dan dilihat orang ramai-ramai pasti datang. Yang ramai datang sekarang itu pasar. Sehingga kebutuhan yang sangat mendesak itu bandara diperluas, termasuk wacana bangun rel kereta api itu juga patut didukung daripada membangun jembatan dari Pelabuhan Kayangan ke Poto Tano," katanya.


Oleh karena itu, terlepas banyak kekurangan pihaknya mengapresiasi kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno di Kabupaten Bima karena dinilai bisa memberikan dampak positif bagi pariwisata di daerah itu.


"Tinggal yang ditunggu itu dukungan pemerintah pusat dan provinsi untuk menbantu mendorong peningkatan sarana prasarana dan infrastruktur pariwisata di Pulau Sumbawa," katanya.


Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebutkan bahwa Bima kini akan bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia.


Penegasan ini disampaikan Sandiaga Uno dalam kunjungan ke Desa Wisata Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat usai mengunjungi situs bersejarah yang masih lestari hingga kini yakni Uma Lengge.


Uma Lengge merupakan bangunan tradisional suku Mbojo yang mendiami wilayah yang kini masuk dalam Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.Uma Lengge berbentuk kerucut di bagian atap. Pada zaman dulu, Uma Lengge digunakan sebagai tempat tinggal oleh masyarakat Wawo dan sebagian digunakan juga sebagai lumbung padi.


"Daya tarik wisata budaya Uma Lengge sangat langka. Bernilai sejarah tinggi karena ini adalah situs warisan budaya dari para leluhur suku Mbojo yang memiliki nilai sejarah dan keunikan tinggi dalam industri pariwisata. Kami akan terus memberikan pendampingan di Desa Wisata Maria agar objek wisata ini tumbuh dan menjadi destinasi wisata baru di Indonesia," tegasnya.

×
Berita Terbaru Update