Notification

×

Iklan

Iklan

Kabar Dana Haji Dipakai Pemerintah, Moeldoko : Itu Isu Menyesatkan

| Selasa, Juni 08, 2021 WIB Last Updated 2021-06-08T09:54:30Z
Ilustrasi Ibadah Hajji Sebelum Pandemi Covid-19

PARAGRAF - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menegaskan adanya  informasi dana calon jamaah haji Indonesia telah dipakai oleh pemerintah untuk membiayai pembangunan infrastruktur adalah isu yang menyesatkan.

"Tidak ada seperti itu. Isu itu menyesatkan," tegas Moeldoko kepada wartawan di Senggigi, Lombok Barat, Selasa.

Moeldoko mengatakan, saat ini setoran dana jemaah haji yang dikelola oleh pemerintah masih tersimpan aman. Hanya saja, pemberangkatan belum bisa dilakukan karena secara global masih dalam situasi pandemi COVID-19.

"Saya sudah berbicara dengan Pak Anggito (Kepala Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji, red) bahwa uangnya aman. Semua kita maklum saat ini masih dalam suasana pandemi COVID-19 dan tidak bisa kita paksakan untuk memberangkatkan calon jamaah haji ke tanah suci, faktor keselamatan jamaah yang menjadi pertimbangan utama. Semua negara juga menghadapi persoalan yang sama, sehingga bukan hanya Indonesia," ucap Mantan Panglima TNI itu.

Menurut Moeldoko, kebijakan pemberangkatan jemaah calon haji sangat berkaitan dengan kebijakan pemerintah Arab Saudi. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia tidak mungkin menerbitkan kebijakan yang akan merugikan kepentingan bangsa dan negara, terlebih bertujuan menghalang-halangi rakyatnya menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah.

"Jadi tidak benar ada dipakai untuk ini itu. Kalau ada isu macam-macam, itu sudah menyesatkan," tegasnya lagi kepada wartawan.

Sebelumnya juga Kepala Pelaksana Kepala Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu membantah dana ibadah haji dialokasikan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur. Justru dana kelolaan haji itu diinvestasikan berisiko kecil. 

"Tidak ada (dialokasikan ke pembiayaan infrastruktur)," kata Anggito dalam diskusi virtual bertajuk Dana Haji Aman.

Anggito menerangkan, alokasi investasi ditujukan pada penanaman modal dengan profil risiko low to moderate. Sebanyak 90 persen dana dialokasikan investasi berbentuk surat berharga syariah negara dan suku koorporasi. 

"Tentu masih ada investasi-investasi lain yang semua profil risikonya adalah low to moderate," ujarnya. 

Sebagai bukti, ia mempersilakan masyarakat menonton akun YouTube resmi BPKH yang menjelaskan secara rinci terkait investasi pengelolaan dana haji.

Masyarakat juga dimintanya untuk mengecek laporan keuangan BPKH yang tersedia di laman resmi.

"Silahkan diunduh dan dibaca secara cermat, hati-hati, supaya kita bicara fakta dan data," katanya.
×
Berita Terbaru Update