Notification

×

Iklan

Iklan

Mengintip Eksotisme Gunung Jae di Lombok Barat

| Friday, June 11, 2021 WIB Last Updated 2021-06-11T13:50:54Z
Area persawahan di destinasi wisata Gunung Jae, Lombok Barat.

PARAGRAF - Kegiatan rutin “Ayo Berwisata Sambil Bersih-Bersih Kawasan Wisata” yang digelar Dinas Pariwisata Lombok Barat terus berlanjut. Jumat pagi (11/6), kegiatan yang ini dilaksanakan di Kawasan Wisata Gunung Jae yang terletak di Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.


Sejak awal, aksi yang digelar tiap pekan ini diharapkan mampu mengedukasi dan menggugah kesadaran masyarakat khususnya masyarakat di kawasan wisata di Lombok Barat agar dapat lebih peduli teradap kebersihan. 


“Melalui aksi ini kita juga harapkan dapat sharing informasi, bertukar pikiran, dan berdiskusi perihal kepariwisataan dengan pelaku serta masyarakat sekitar kawasan wisata di Lombok Barat,” kata Kepala Bidang Pemasaran Dispar Lobar, Lalu Rifhandani.


Jajaran Dispar Lombok Barat bersama masyarakat membersihkan kawasan wisata Gunung Jae.

Selain jajaran Dinas Pariwisata, kegiatan diikuti perangkat pemerintah desa setempat, anggota pokdarwis, bumdes dan masyarakat sekitar kawasan wisata alam Gunung Jae.


Wisata alam Gunung Jae merupakan sebuah area wisata yang sebenarnya bukanlah sebuah gunung. Ini adalah sebuah area yang dikelilingi perbukitan dan persawahan yang mengitari sebuah muara sungai berbentuk danau kecil yang tenang, jernih dan indah. Danau inilah yang menjadi objek utama wisata di tempat ini.


Awalnya tempat ini merupakan sebuah kawasan perkemahan biasa. Namun belakangan ini kawasan Gunung Jae berubah menjadi tempat rekreasi yang lebih menarik dengan adanya fasilitas-fasilitas dan wahana baru yang disediakan pemerintah desa setempat.


Kepala Desa Sedau, Amir Syarifudin menjelaskan, pengembangan kawasan wisata Gunung Jae ini berawal dari pelatihan dan diskusi yang diadakan Dinas Pariwisata Lombok Barat beberapa waktu lalu, hingga tercetus ide untuk mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan yang bukan hanya sekedar area perkemahan biasa.


“Pengelolaan kawasan ini kami mulai dari Oktober 2020 lalu setelah pelatihan dari Dinas Pariwisata. Dan sekarang di sini, selain camping ground kami juga menyediakan fasilitas lain seperti trek bambu yang melintasi area persawahan yang cocok untuk spot foto, penyewaan perahu yang realtif murah untuk mengelilingi danau di sini, lapak-lapak yang menyediakan makanan dan minuman sehingga para pengunjung tidak perlu repot membawa bekal dari rumah,” papar Amir.


Camping ground di Gunung Jae, Lombok Barat.

Selain yang disebutkan Amir, terlihat juga ada lokasi pemancingan hingga fasilitas pendukung lainnya seperti berugak dan ayunan bawah pohon di tepi danau yang tentunya akan memberikan sensasi tenang dan nyaman. Ditambah dengan suasana sejuk di lokasi ini, pengunjung dijamin akan semakin betah berlama-lama menikmati kawasan wisata yang memiliki luas sekitar 10 hektar ini.


Tiap pekannya, kawasan wisata Gunung Jae selalu ramai didatangi pengunjung untuk berkemah. Bahkan ada juga pengunjung yang menghabiskan waktu berkemah hingga sepekan lamanya.


Pengelola tempat wisata ini juga menyediakan peralatan kemah dengan aneka paket menarik. Pengunjung dapat memesan paket secara langsung di lokasi atau secara online melalui aplikasi AYOKELOMBOK yang dapat diunduh di Playstore. 


Amir kemudian menjelaskan jika semua kegiatan yang ada di Kawasan Wisata Gunung Jae ini pelaksanaannya diawali dari masterplan yang ada, dan semua penganggaran pembangunan wisata saat ini bersumber dari Dana Desa melalui penyertaan modal ke Bumdes.


“Pertama kami membuat masterplan berdasarkan masukan dan petunjuk yang kami dapat dari Dinas Pariwisata. Selanjutnya kami dari desa memberikan tugas ini kepada teman-teman Bumdes untuk mengelola wisata alam Gunung Jae ini, yang kemudian Bumdes membentuk unit usaha di bidang pariwisata yang dikelola oleh Pokdarwis,” terang Amir.


Panorama senja di kawasan wisata Gunung Jae, Lombok Barat.

Ke depan, Pemdes Sedau juga akan melengkapi fasilitas pendukung lain seperti mushala, meeting room, restoran serta penambahan jumlah perahu.


Ditanya terkait kekompakan pemdes Sedau dengan seluruh perangkatnya dalam pengembangan wisata alam ini, Amir mengutarakan jika tidak mempunyai cara-cara khusus untuk membangun sebuah kerjasama dan koordinasi yang baik.


“Kebetulan mungkin kami mempunyai perasaan yang sama serta semangat yang sama, bahwa kami pemerintah desa ingin melihat desa ini maju. Kemudian teman-teman pemuda dari Pokdarwis dan dari Bumdes punya gebrakan dan niat yang sama, sehingga Alhamdulillah kami secara totalitas mendukung Bumdes maupun Pokdarwis untuk mengelola wisata ini. Dan dengan segala keterbatasan yang ada mereka siap untuk membangun nama baik untuk desa Sedau selanjutnya bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Lombok Barat,” harapnya.

×
Berita Terbaru Update