Notification

×

Iklan

Iklan

Polairud Barhakam Polri dan Polda NTB amankan 1200 Bahan Peledak Ikan

| Monday, June 07, 2021 WIB Last Updated 2021-06-07T13:41:25Z
Foto: Gabungan Ditpolairud Baharkam Polri dan Polairud Polda NTB saat Jumpa Pers di Mapolda NTB. (Dok. Istimewa)


PARAGRAF
- Tim Gabungan Ditpolair Kolporairud Baharkam Polri bersama Ditpolairud Polda NTB mengamankan sebanyak 1.200 detonator bahan peledak ikan dari pelaku Destructive Fishing (DF).


Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, S.IK Menjelaskan Detonator tersebut diamankan dari seorang warga inisial AMB (53) asal Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa.


"Kali ini Tim gabungan dari Ditpolairud Polda NTB dibackup Korpolairud Baharkam Polri yang dipimpin Kombes Pol Kobul Syahrin RitongaS.I.K., M.Si dan AKBP Agus Budi berhasil mengamankan tersangka yang membawa 1.200 butir detonator bahan peledak Ikan dari tersangka berinisial AMB, Laki-laki, Lahir di Pilau Kaung tanggal 17 Juli 1968 (53 tahun), Perkejaan Pedagang, Alamat Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, NTB" Kata Artanto dalam Jumpa Pers di Mapolda NTB, Senin, 7/5/2021.


Artanto Menjelaskan Destructive Fishing atau penangkapan ikan menggunakan Bahan Peledak, Racun dan Setrum merupakan Tindakan kejahatan yang serius, yang bisa mengakibatkan kerusakan ekosistem Laut.


AMB merupakan Resedivis yang pernah ditangkap dengan kasus yang sama, AMB disangakakan dengan Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.


Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol Kobul Syahrin Ritonga menambahkan, pengungkapan kasus Destructive Fishing (DF), merupakan atensi dari Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol M. Yassin Kosasih S.ik., M.Si


"atensi khusus ini, kami Ditpolairud Polda NTB dibackup anggota Barhakam Polri melakukan penangkapan terhadap pelaku, dan kita masih lakukan pengembangan untuk menacari tersangka lainnya," jelasnya


Hasilnya, AMB ditangkap karena membawa bahan peledak Ikan jenis detonator aktif sebanyak 1.200 (seribu dua ratus) butir pada hari rabu tanggal 02 Juni 2021 lalu, dan ditangkap di Pelabuhan Kayangan Lombok Timur.


Dijelaskan, penangkapan itu, bermula dari pembuntutan yang dilakukan oleh tim gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri dan Ditpolairud Polda NTB menangkap AMB, ketika turun dari kapal Ferry yang berlayar dari pelabuhan Poto Tano Sumbawa tujuan pelabuhan Kayangan Lombok Timur. 


Setelah turun dari kapal Ferry AMB bergerak menggunakan Ranmor R2 menuju hotel melati 53 yang berada di wilayah pesisir perairan Kayangan Kabupaten Lombok Timur.


Setiba di hotel, tim gabungan melakukan pemeriksaan dan ditemukan 1 (satu) buah kotak ukuran dus aqua yang berisi bahan peledak jenis detonator aktif sebanyak 1.200 (seribu dua ratus) butir.


"tersangka berikut barang bukti kita amankan untuk kemudian kita bawa menuju Mako Ditpolairud Polda NTB untuk proses lebih lanjut." Tutupnya 


Dijelaskan Denator aktif itu akan di rakit menjadi Bom Ikan, dan akan digunakan di NTB,"Bahan ini cukup berbahaya satau detonator kalau sudah dirakit menajadi Bom Ikan mempunyai radius 200 diameter persegi, 50, kesamping 50 meter ke atas, dan kebawah cukup dapat merusak Biota Laut," jelasnya.


Kobul menjelaskan, terhadap tersangka akan terus dilakukan pengembangan, apakah detonator bahan peledak itu akan dugunakan untuk mengebom Ikan atau yang lainnya.


"sementara untuk kegunaan yang lainnya belum kita ketahui, menurut pengakuan pelaku, Detonator Bahan Peledak aktif itu akan di gunakan untuk menangkap Ikan," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update