Notification

×

Iklan

Iklan

Sandiaga Rencanakan Work from Lombok, Dispar Bilang Angin Segar Pariwisata NTB

| Rabu, Juni 02, 2021 WIB Last Updated 2021-06-03T01:40:53Z
Keterangan Foto : Ilustrasi puncak Gunung Rinjani, Lombok. (Foto Istimewa).


PARAGRAF
- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengapresiasi rencana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno untuk membuat kebijakan work from Lombok atau bekerja dari Lombok dan destinasi wisata lainnya di Indonesia setelah pertamakali dilakukan work from Bali.


"Kami masyarakat pariwisata  Lombok-Sumbawa sangat senang mendengar pernyataan Pak Menteri perihal tidak menutup kemungkinan work from Lombok juga bisa diberlakukan," kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Yusron Hadi di Mataram, Kamis (3/6/2021).


Yusron menyampaikan, apresiasi setinggi-tingginya bila hal tersebut dapat terlaksana, mengingat berbagai event dalam tahun ini, seperti Superbike, L'Etape dan HK Endurance Challange membutuhkan spirit yang kuat untuk semua sahabat wisata Lombok-Sumbawa bisa memperoleh manfaat.


"Kehadiran work from Lombok-Sumbawa merupakan angin segar bagi masyarakat kepariwisataan di NTB di tengah situasi pandemi COVID-19," ujarnya.


Untuk mendukung kebijakan work from Lombok, kata Yusron, percepatan penuntasan CHSE (Clean Health Safety Environment) dan vaksin bagi pelaku wisata harus dilakukan.


"Mulai hari ini sudah kita geber lagi setelah berlebaran hingga bubble destination Lombok-Sumbawa terwujud," katanya.


Selain itu, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus berupaya menekan laju COVID-19 di NTB sehingga segala upaya tersebut dapat berhasil. Karenanya berwisata tetap bisa dilakukan dengan sehat dan bersih.


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan memperluas lokasi program work from destination atau bekerja dari destinasi wisata. Setelah Bali, Sandiaga membuka kemungkinan program itu digelar di Lombok dan Labuan Bajo.


"Tidak menutup kemungkinan daerah-daerah pariwisata lainnya juga diberlakukan kebijakan serupa, seperti work from Lombok atau work from Labuan Bajo," ujar Sandiaga.


Sandiga menyebutkan sebuah daerah bisa menjadi lokasi program work from destination asal pemerintah dan warga setempat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Daerah tersebut juga mesti tergolong dalam kawasan hijau atau green zone yang menandai rendahnya tingkat penyebaran Covid-19.


Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah menyebutkan tiga event internasional yang akan dilaksanakan pada Agustus dan November di tahun ini, yakni Superbike, L'Etape dan Hutama Karya Endurance Challenge diharapkan menjadi lompatan pemulihan sektor pariwisata di provinsi itu di tengah situasi pandemi COVID-19.


"Momentum kebangkitan pariwisata NTB ini benar benar disiapkan dengan baik. Ketiga event tersebut akan menjadi lompatan pemulihan sektor andalan yang paling terdampak pandemi COVID-19," ujarnya.


Wagub menyampaikan, branding NTB sebagai tujuan pariwisata dunia harus menyebar ke seluruh dunia. Dimasa pandemi, promosi branding CHSE (Clean Health Safety Environment) menjadi jaminan kunjungan wisata selain branding wisata halal yang dulu diraih dengan kerja keras. 


Karena itu, Wagub sepakat dengan program kerja Dinas Pariwisata NTB yang mengedepankan wisata berkualitas dari jumlah kunjungan semata. Karena dengan begitu, keberlanjutan pariwisata dapat lebih terukur. Selain itu, Wagub juga meminta pasar domestik wisatawan nusantara mulai digarap lebih serius. 


"Intinya pemulihan pariwisata kita sudah berjalan sesuai rencana. Yang perlu adalah detail pelaksanaannya dengan berkoordinasi dengan semua pihak," tegas Wagub dalam pertemuan dengan seluruh jajaran Dinas Pariwisata NTB.


Wagub menegaskan, bahwa penyiapan destinasi wisata sebenarnya adalah tanggungjawab kabupaten dan kota diluar program kementerian agar semua aspek dalam membangun pariwisata dikerjakan oleh semua orang tidak hanya pemerintah provinsi. 


Dijelaskannya, sebagai daerah yang dilimpahi kekayaan alam, seni dan budaya, tugas seluruh stakeholder adalah memastikan pelayanan terbaik dengan manajemen yang baik, yang disadari sebagai aset sendiri untuk dijual sebagai andalan ekonomi. 


"Jadi tidak lagi bergantung dari seberapa besar anggaran yang dialokasikan untuk maintenance fasilitas, kebersihan, kesehatan dan lain lain," katanya.


Oleh karena itu, sebagai destinasi super prioritas, lanjut Wagub NTB, pemerintah pusat juga berkepentingan memastikan persiapan tiga event internasional tersebut berjalan dengan baik.


×
Berita Terbaru Update