Notification

×

Iklan

Iklan

Virus COVID-19 Varian Delta Asal India Belum Terdeteksi di NTB

| Saturday, June 26, 2021 WIB Last Updated 2021-06-27T03:57:58Z
Foto : Asisten Administrasi dan Umum pada Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dr Nurhandini Eka Dewi.


PARAGRAF
- Asisten Administrasi dan Umum pada Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dr Nurhandini Eka Dewi memastikan virus COVID-19 varian India (B.1.617) atau virus corona varian delta belum terdeteksi menyebar di wilayah itu.


"Kalau khusus varian baru India belum di kita ada," ujarnya di Mataram, Senin.


Ia menyampaikan, dari hasil tes yang dilakukan Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI terhadap pasien COVID-19 yang tertular di NTB belum ditemukan varian delta.


"Kita berharap tidak ada varian India," ucap dokter Eka sapaan akrabnya.


Menurut mantan Kepala Dinas Kesehatan NTB itu, Pemprov NTB bersama seluruh Satgas COVID-19 sudah melakukan upaya antisipasi untuk mencegah varian baru tersebut masuk ke wilayah NTB, baik dari hulu maupun hilir.


"Yang paling utama itu antisipasi dari hilir. Mulai dari kesiapan rumah sakit, fasilitas dan sarananya, peralatan, termasuk tempat tidur," jelasnya.


"Akan tetapi yang tidak boleh dilupakan itu bagaimana mengantisipasi di lapangan. Salah satunya pemberlakuan PKPM Mikro," sambung dokter Eka.


Sementara itu terkait penanganan paling utama dilakukan dari hulu. Artinya kepatuhan terhadap protokol kesehatan (Prokes). Karena varian baru ini penyebarannya sangat cepat. Yakni 3 kali lipat dari varian virus yang lama.


"Kalau varian lama itu penyebarannya 1, 3 dan 9 tapi yang baru dari 1, 5 sampai 25 terpapar. Oleh karena itu varian baru ini hulunya yang harus kita kendalikan. Karena kalau tidak akan kejadian seperti di Jawa yang hilirnya kewalahan mengatasi. Karena di rumah sakit tidak hanya pasien covid tapi juga pasien lainnya. Sehingga harus kita pikirkan. Makanya kepada masyarakat jangan anggap remeh COVID-19," katanya.


×
Berita Terbaru Update