Notification

×

Iklan

Iklan

diduga Edarkan Sabu, Pasutri Asal Buwun Mas Sekotong Diciduk Polisi

| Thursday, September 16, 2021 WIB Last Updated 2021-09-16T09:20:56Z
terduga Pelaku pengedar Narkoba dan Barang buktinya 


PARAGRAF- Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Barat tangkap pasangan suami istri (Pasutri) berinisial R (36) dan ST (42) asal dusun Sepi, Desa Buwun Mas, kecamatan Sekotong, Lombok Barat.


Pasutri tersebut ditangkap pada Selasa 14/9/2021 kaenadiduga edarkan Narkoba Jenis Sabu.


Mereka diamankan dari hasil pengembangan beberapa kasus narkotika yang telah lebih dulu terungkap. 


"Beberapa kali kita telah melakukan penangkapan di wilayah Sekotong dan dari hasil pengembangan, kami mendapatkan informasi tentang yang bersangkutan" Ujar Kasat Resnarkoba Polres Lobar, Iptu Faisal Afrihadi, saat di Lombok Barat, Rabu 15/09/2021


Pada saat diamankan, barang haram tersebut, dikatakan, Faisal sudah dalam keadaan "ready" atau siap untuk diedarkan.


"Saat penangkapan, barang itu sudah ready di tubuh istrinya. Sehingga saat penggeledahan kami melibatkan polwan karena disembunyikan di dalam BHnya" ketus dia.


Dari keduanya polisi berhasil mengamankan narkotika jenis sabu tersebut dengan berat bruto sekitar 2,4 gram sabu. Serta uang tunai sebesar Rp 5,8 juta. Sumber uang tunai ini pun saat ini masih dalam pengembangan, apakah itu merupakan hasil transaksi yang mereka lakukan.


"Setelah itu tim melakukan pengembangan dan mengamankan yang bersangkutan beserta barang bukti ke Polres Lombok Barat untuk ditindaklanjuti" imbuhnya.


Saat dikonfirmasi terkait sudah berapa lama terduga pelaku menjalankan bisnis haram jual beli narkotika itu, Faisal menyebut hal tersebut masih dalam proses pengembangan. Begitu pun juga memgenai sumber barang haram itu diperolehnya.


"Selain menyasar anak muda, dari informasi yang kami dapatkan, terkhusus mereka juga menyasar para penambang di kawasan itu" ungkapnya.


Kini sepasang suami istri ini pun dijerat dengan pasal 112 dan 114  Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narlotika. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

×
Berita Terbaru Update