Notification

×

Iklan

Iklan

Disdamkar Sumbawa: Pelayanan Kebakaran Harus diprioritaskan

| Tuesday, September 21, 2021 WIB Last Updated 2021-09-21T17:49:12Z
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumbawa, Abdul Haris, S.Sos. (Foto Dok./Bgs)


PARAGRAF - Tugas utama Instansi Pemadam Kebakaran (Damkar) adalah memberikan pelayanan terhadap bencana kebakaran dan itu harus diprioritaskan. Demikian kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Sumbawa, Abdul Haris S.Sos saat ditemui media ini dikantornya, Senin (20/9).


"Menyelamatkan jiwa, harta benda masyarakat yang ada di sekitar lokasi bencana kebakaran juga harus di selamatkan," ujarnya.


Haris sapaan akrabnya yang baru sepekan menjabat sebagai kepala Dinas Damkar menambahkan, agar proses pelaksanaan pelayanan ini tetap eksis, tentunya personil pegawainya di Markas Komando (Mako) harus tetap siap siaga setiap waktu. "Bukan kita programkan, seperti program yang lainnya, kapan jadwalnya, tapi karena ini sifatnya musibah yang kita tidak bisa pastikan hari, waktu, kapan terjadinya jadi personil itu harus tetap stanbai kapan saja masyarakat itu butuh bantuan pada saat ada kebakaran, dan itu kita langsung bergerak lansung ke Lokasi," tegasnya.


Haris mengungkapkan, sulitnya air di musim kemarau terkadang membuatnya tidak cukup untuk kebutuhan dalam pemenuhan beberapa tanki armada yang ada. Sehingga untuk menanggulangi kebutuhan air, di tahun 2022 mendatang, ada beberapa hal yang akan dicoba untuk dilakukannya. "Ke depan kita berharap, di setiap kecamatan misalnya, harus dibuatkan tandon dan sumur bor," terangnya.


Kendati demikian, lanjutnya, selain fungsinya untuk mengatasi bencana kebakaran, di beberapa kecamatan yang kesulitan air di musim kemarau juga bisa manfaatkan air dari tandon ini. "Sepanjang misalnya, terutama untuk keperluan air minum, kayak diwilayah Kecamatan Labangka dan daerah yang lainnya yang tingkat kekeringannya tinggi, maka itu bisa digunakan," imbuhnya.


Haris menjelaskan, Sterategi yang akan dilakukan dalam menanggulangi  bencana kabakaran, pertama kontak cepat nomor posko Damkar, nomor telepon di masing-masing zona. "Seperti Kepala Desa, Camat, termasuk tokoh masyarakat, tokoh Agama, dan elemen masyarakat lainnya, begitu terjadi bencana mereka langsung menghubungi posko," cetusnya.


Lanjutnya, terkait personil, baik di mako maupun di zona-zona yang lainnya yang sampai saat ini, saya memantaunya mulai dari pagi serah terima cet sampai kesiagaannya tengah malam, jam 1 sampai dengan jam 2 coba saya hubungi mereka selalu siaga. "Dan tidak ada yang tidak pernah mengangkat ponselnya, saya kira itu sebagai bentuk kedisiplanan dan tanggung jawab dan siap siaganya kita dalam melayanai masyarakat," tuturnya.


Untuk kecepatan dalam menanggulangi bencana, katanya, kalau terjadi misalnya, kebakaran misalnya di Alas Barat maka bisa saja mereka mengontak zona yang ada di Kecamatan Utan, bisa juga langsung ke Mako . "Nanti Markas Komando memerintahkan unit yang ada di Kecamatan Utan untuk bergerak, kalau tidak mampu dengan 1 unit armada maka Mako itu nanti nyusul dengan syarat unit itu harus terlebih dahulu," paparnya.


"Di wilayah timur, poskonya berada diwilayah Plampang untuk mengcover Kecamatan Tarano dan Lape, di wilayah barat poskonya di Utan, dan diselatan poskonya di Lendangguar dan kedepan harapannya bisa ada di Kecamatan Lunyuk, mengingat jarak tempuhnya dari l

Lendangguar ke Lunyuk itu cukup jauh, dan bisa saja nanti juga poskonya di Lantung, Batulante dan kembali lagi nantinya juga sejauh mana kemampuan APBD, Karena 1 unit armada sekitar 1 Miliyar 800 Juta dan itu dikuti penambahan tenaga," urainya.


Lebih jauh dikatannya, kami menghimbau agar dalam memakai hal-hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran seperti salah dalam memasang elpiji, arus listrik dan lainnya supaya lebih teliti dalam memasang dan mengalirkannya.


"Insyallah tidak ada lagi kita akan dengar terjadi bencana kebakaran diwilayah sekitar kita," Pungkasnya.


×
Berita Terbaru Update