Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Serobot Tanah Masyarakat, Seorang Kades di Sumbawa Dilaporkan Ke Polisi

| Sunday, October 03, 2021 WIB Last Updated 2021-10-03T07:48:00Z
Surahman MD, SH.,MH Kuasa Hukum Maskendi saat melaporkan Kepala Desa Penyaring atas dugaan kasus perusakan Pagar dan Penyerobotan Tanah ke Polres Sumbawa


PARAGRAF- Abdul Wahab, Kepala Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Kasus Penyerobotan Tanah dan pengerusakan Pagar Milik Maskendi warga Dusun penyaring atas, Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa. 


Maskendi melalui kuasa hukumnya Surahman MD,SH,MH mengatakan, Tanah yang diduga telah diklaim Oknum Kades Penyaring tersebut merupakan Tanah Milik Kliennya yang sudah memiliki Hak Kepemilikan. 


"Tanah tersebut mempunyai status hukum yang jelas dengan Sertifikat Hak Milik nomor 914, surat ukur nomor 332/penyaring/2013 dengan luas : 24,934 M2 yang berkokasi di buin sepit dusun penyaring Atas Desa Penyaring Kabupaten Sumbawa,"ungkapnya, Minggu 3/10/2021.


Surahman menjelaskan, bahwa pada hari jum,at tanggal 24 september 2021 lalu terlapor (Abdul Wahab) bersama staf desa dan dibantu oleh beberapa warga desa penyaring telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengambil lahan milik pelapor (Maskendi red) seluas lebih kurang 13 (tiga belas) are. 


Menurut Surahman, bahwa perlakuan tersebut terlapor dengan unsur sengaja melawan hukum secara terang benderang. 


"telah melakukan penyerobotan tanah milik pelapor tanpa mau melakukan pengkajian dan penelusuran atas identitas/alas hak atas tanah yang diserobot/diakuinya dengan secara melawan hukum," Ujarnya


Sedangkan pada tanggal 1 oktober tahun 2021 lalu terlapor kembali bersama staf desa dan dibantu oleh beberapa warga masyarakat desa penyaring kembali melakukan pengrusakan pagar milik pelapor sepanjang lebih kurang 100 (seratus) meter sehingga pelapor sangat dirugikan oleh terlapor selaku pemerintah desa penyaring yang konon katanya kebal hukum, serta siap menghadapi persoalan hukum atas perbuatan yang telah ia lakukan.


"Terhadap Apa yang telah dilakukan oleh terlapor itu adalah perbuatan melawan hukum. Akibatnya pelapor mengalami kerugian sebanyak Rp. 260.000.000,- (dua ratus enam puluh juta rupiah)"katanya.


Dengan adanya perbuatan dan tindakan arogan dari Oknum Pemerintah paling bawah yakni Kepala Desa Penyaring maka ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan telah melakukan perbuatan pidana sebagaimana Pasal 406 dan Pasal 167 KUHP dengan ancaman maksimal 2 Tahun,"katanya.


Sementara itu Kapolres Sumbawa AKBP Esty Setyo Nugroho SIK melalui Kasatreskrim Iptu Ivan Roland Cristofel kepada media ini mengatakan jika laporan pengaduan sudah dimasukan ke polres Sumbawa.


"Iya benar mas laporannya sudah dimasukan tadi," singkatnya.(her/bgs)

×
Berita Terbaru Update