Notification

×

Iklan

Iklan

Komitmen Berantas Narkoba, Bank NTB Syariah Support Pembangunan Bale Rehabilitasi

| Monday, November 29, 2021 WIB Last Updated 2021-11-29T08:48:18Z
Bank NTB Syari'ah bersama Laskar NTB saat membersihkan Lokasi Pembangunan Bale Rehabilitasi Napza di Lombok Tengah


PARAGRAF.co.id - Bank NTB Syariah mensuport dan mendukung Laskar NTB dalam pembangunan Bale Rehabilitasi Napza di Lombok Tengah. Hal ini dilakukan untuk memproteksi generasi muda dari bahaya narkoba.


"Ini sebagai salah satu bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat NTB. Seperti kita ketahui tantangan Indonesia saat ini adalah membangun kualitas generasi muda," kata Direktur Utama Bank NTB Syariah, H Kukuh Rahardjo, saat menghadiri gotong royong persiapan Bale Rehabilitasi Napza, di Praya, Lombok Tengah, Minggu 28 November 2021.


Menurut Kukuh, tantangan terbesar dalam meningkatkan ahlak dan kualitas generasi muda Indonesia, salah satunya adalah peredaran narkoba. Hal tersebut tentu berdampak dan mempengaruhi kualitas generasi muda termasuk di NTB ini.


"Kami menyadari ada tantangan terbesar untuk meningkatkan ahlak dan kualitas tersebut. Tantangan cukup besar dengan masuknya narkoba yang tidak mungkin tidak mempengaruhi kualitas generasi muda," ujarnya.


Kukuh mengatakan, sebagai lembaga perbankan berbasis syariah, Bank NTB Syariah sangat peduli dengan pembangunan ahlak dan iman generasi muda.


"Salah satu yang kita perjuangkan adalah jihadul iman. Dalam Al-Quran juga disebutkan Allah SWT hanya memberikan iman kepada orang berakal, artinya ketika orang tidak berakal tentu tidak beriman. Ketika narkoba ini masuk ke tubuh, hal yang pertama dirusak adalah otak, akal," ujarnya.


Ia mengapresiasi dan mendukung Laskar NTB yang sudah menginisiasi pembangunan Bale Rehabilitasi Napza berbasis masjid. Diharapkan dengan adalanya sarana ini, maka generasi muda yang sudah terlanjur terjerumus narkoba bisa direhabilitasi dan bisa kembali ke masyarakat.


"Tujuan rehabilitas agar masyarakat terdampak narkoba bisa segera direhabilitasi dan bisa kembali ke masyarakat. Selain itu, juga untuk proteksi agar generasi muda lainnya tidak sampai terjerumus narkoba," katanya.


Kukuh menegaskan, kolaborasi dengan Laskar NTB dalam Bale Rehabilitasi ini dilakukan Bank NTB Syariah agar bisa memberika kemaslahatan pada masyarakat NTB. 


"Kami juga punya tanggung jawab ke masyarakat. Bukan hanya kami cari bisnisnya, tetapi juga kami ingin berbuat dalam bidang sosial. Salah satunya melalui Bale Rehabilitasi ini," katanya.


Bale Rehabilitasi Napza di Lombok Tengah diinisiasi Laskar NTB berdasarkan kekhawatiran terhadap maraknya peredaran narkoba saat ini.


Ketua Umum Laskar NTB, HM Agus Setiawan SH mengatakan, berdasarkan data yang ada narkoba sudah menyasar anak sekolah setingkat SMP dan sudah masuk ke kampung-kampung.


"Kondisi peredaran narkoba sudah sangat mengkhawatirkan saat ini. Kalau bukan kita yang memproteksi generasi muda, lalu siapa lagi?," ujarnya.


Agus mengatakan, gotong royong persiapan gedung Bale Rehabilitasi dilakukan sebagai komitmen keluarga besar Laskar dan keluarga besar Bank NTB Syariah dalam memerangi bahaya narkoba. 


Konsep Bale Rehabilitasi berbasis masjid ini, menurut dia, menjadi model yang pertama kalinya di Indonesia.


"Komitmen bersama kami bikin Bale Rehabilitasi Napza atau narkoba berbasis masjid. Ini pertama di Indonesia, karena selama ini pola Bale Rehabilitasi adalah pola konvensional, yaitu kesehatan, rukiah dan lainnya," jelasnya.


Agus memaparkan, dengan berbasis masjid maka proses rehabilitasi dilakukan masjid sesuai program 40 hari atau dua bulan.


"Jadi mereka akan tinggal dan beraktivitas bersama jemaah di masjid, dan kembali setelah program selesai dan akan kembali menjadi orang bermanfaat," katanya.


Ia mengatakan, komitmen bersama Laskar NTB dan Bank NTB Syariah diwujudkan dengan gotong royong persiapan. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan launching gedung Bela Rehabilitasi Napza berbasis Masjid itu, dua pekan mendatang.


Agus mengapresiasi komitmen Bank NTB Syariah dan juga dukungan Pemda Lombok Tengah.


"Kami berterimakasih juga kepada Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri, karena Pemda Loteng sudah berkenan memebrikan pinjam pakai untuk gedung ini. Dua minggu ke depan akan kita launching pusat layanan informasi dan layanan rehabilitasi narkoba ini," tukasnya.


Menurutnya, selain kegiatan rehabilitasi, Bale Rehabilitasi Napza juga akan melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba dengan melibatkan pemerintahan di tiap desa dan juga pengurus masjid yang ada.


"Sehingga yang sudah terjerumus kita rehabilitasi dan yang belum kita proteksi dengan sosialisasi bahaya narkoba. Kita akan kerjasama dengan desa-desa, pengurus masjid. Juga para khotib, sehingga setiap khotbahnya bisa disisipkan sosialisasi bahaya narkoba," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update