Notification

×

Iklan

Iklan

BPD HIPMI NTB Laporkan Edy Mulyadi Atas Kasus Dugaan Ujaran Kebencian

| Wednesday, January 26, 2022 WIB Last Updated 2022-01-26T13:00:21Z
BPD HIPMI NTB saat melaporkan Edy Mulyadi ke Ditreskrimsus Polda NTB pada Rabu, 26/1 (Foto.Dok.Hipmi NTB) 


PARAGRAF.co.id - Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) NTB melaporkan Eddy Mulyadi atas kasus dugaan ujaran kebencian ke Ditreskrimsus Polda NTB, Rabu, 26/1.


Ketua OKK BPD HIPMI NTB, Budi Wawan mengatakan pernyataan Edy Mulyadi dapat menimbulkan potensi konflik ditengah masyarakat karen bernuansa rasis. 


Sebelumya, pada Minggu 23 Januari lalu Edy Mulyadi viral melalui video berdurasi 53 detik yang diunggah dikanal YouTube pribadinya dengan menyebut Kalimantan sebagai tempat pembuangan anak Jin. 


Bahkan dalam video tersebut juga seseorang yang berada disekeliling Edy Mulyadi menyebut hanya monyet yang mau pindah dan bangun rumah di Kalimantan.


"Kami sebagai anak bangsa Indonesia merasa keberatan dengan ucapan Saudara Edy Mulyadi tersebut, karena hal itu bisa memicu perpecahan anak bangsa dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,"ujar Budi Wawan, Rabu 26/1 di Mataram.


Budi mengatakan, bahwa konsep tentang NKRI dan Bhineka Tunggal Ika telah tuntas dan final tanpa ada perdebatan, sehingga pernyataan yang bernuansa SARA pada era reformasi (kekinian) sangat tidak pantas dan tidak etis antar sesama anak bangsa 


"apa yang disampaikan oleh Edy Mulyadi sebagai bentuk ujaran kebencian kepada saudara-saudara kita di Kalimantan dan hal ini juga sebagai bentuk berita bohong (hoax)," katanya.


Ia juga menyatakan, BPD HIPMI NTB secara tegas menyetujui kebijakan Pemerintah Pusat untuk memindahkan  Ibu Kota Negara ke Kalimantan.


"Tentunya Negara memiliki alasan rasional dan bukan sesuatu yang tabu atau haram untuk dilakukan oleh Negara," tegasnya. 


BPD HIPMI NTB telah melaporkan dugaan tindak pidana ujaran kebencian ke DITRESKRIMSUS POLDA NTB dengan Tanda Bukti Laporan Pengaduan Nomor : TBPL/09/I/2022/Direskrimsus.

×
Berita Terbaru Update